Saham ARB Berjilid-jilid, Ternyata KAYU Gagas Aksi Korporasi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) mengungkap rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHTED) atau right issue.
Rencana aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru tersebut diungkap Manajemen KAYU dalam materi paparn publik insidentil yang terbit, Jumat (5/1/2024).
Sebagimana diketahui, saat ini saham KAYU sedang disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia seiring dengan penurunan harga komulatif signifikan. Saham ini bahkan anjlok hingga menyentuh auto rejection bawah atau ARB selama sepekan perdagangan secara beruntun.
Sebelum disuspensi 4 Januari 2024, saham KAYU tercatat bertengger di level 52 per saham, anjlok sebesar 90,96% dari Rp 575 per saham pada tanggal 5 Desember 2023.
Baca Juga
Terkait kondisi ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta manajemen KAYU menggelar paparan publik insidentil terkait rencana dan kondisi bisnis kekinian Perseroan, sampai rencana rights issue terungkap.
‘’Perseroan berencana akan melakukan corporate action berupa rights issue pada tahun 2024,’’ ungkap Manajemen KAYU.
Meski begitu Manajemen Kayu mengaku sepenuhnya tidak mengetahui tentang perilaku investor yang mempertimbangkan untuk keluar atau menjual sahamnya pada saat mendekati akhir tahun 2023.
‘’Perseroan melihat kesempatan bagi para Investor untuk membeli ketika harga saham per lembar sangat murah, Penurunan drastis dalam harga saham dapat menciptakan kesempatan bagi investor untuk membeli saham pada harga yang lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Dikarenakan fundamental perusahaan tetap kuat dan prospek jangka panjangnya positif, ini bisa menjadi kesempatan baik untuk Investasi jangka Panjang,’’ ulas Manajemen KAYU.
Baca Juga
Pengelola Gerai Mitra10 (CSAP) Tambah Modal Usaha Consumers Goods Rp 80 Miliar
Terkait rencana bisnis, dalam materi paparan publik insidentil disebutkan, Perusahaan yang bergerak di bisnis perkayuan ini berancana meningkatkan penjualan ekspor ke Korea dan Taiwan
‘’Kami akan merintis pembukaan pasar baru di luar existing market diantaranya ke Jepang, kawasan Eropa yaitu Belanda, Bosnia, serta Polandia yang membawahi area pemasaran Jerman, Perancis, Italia, Belgia dan Polandia sendiri, dan juga Eropa Timur yaitu Ukraina & Belarus, serta Amerika Serikat maupun ke negara tujuan ekspor baru,’’ ulas Manajemen KAYU.
Untuk itu pada tahun 2024, KAYU membidik target penjualan Rp 121,58 miliar, laba operasional Rp 44,34 miliar dan EBITDA Rp 40,19 miliar.
Sedangkan pada kuartal III-2023, Perseroan tercatat membukukan penjualan Rp 5,34 miliar, anjlok dari Rp 22,71 miliar di kuartal III-2022.
Posisi laba bersih tahun berjalan tercatat turun dari Rp 1,83 miliar di kuartal III-2022 ke angka Rp 649 juta pada kuartal III-2023.
Adapun total aset tercatat Rp 100,07 miliar dengan jumlah liabilitas Rp 19,09 miliar dan ekuitas Rp 80,97 miliar di kuartal III-2023.
