Prabowo akan Lanjutkan IKN, Ekonom Indef Wanti-Wanti Ini
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto akan terus melanjutkan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sesuai janji kampanyenya. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menyatakan, presiden terpilih harus berhati-hati karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun IKN tinggal Rp 20 triliun.
''Sekarang kan anggarannya sudah Rp 40 triliun di 2024, terus Rp 30 triliun di 2023. Kalau dikalkulasi sudah terpakai (APBN) Rp 70 triliun, sedangkan kita butuh Rp 466 triliun (secara total pembangunan IKN). Berarti Pak Prabowo hanya bisa mengalokasikan sebesar Rp 20 triliun,'' jelas Tauhid di Greyhound Cafe, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024).
Seperti yang diketahui, Kamis (2/11/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji pembangunan IKN di Provinsi Kalimantan Timur hanya menelan biaya 20% dari APBN. Sedangkan, sisa investasi pembangunan IKN akan dikerjakan oleh sektor swasta sekitar 80%.
Baca Juga
Pada masa kampanye, tepatnya Kamis (30/11/2023), Prabowo juga berjanji akan menambah anggaran pembangunan IKN apabila terpilih menjadi presiden RI ke-8.
Tak sampai di situ, Tauhid juga menyoroti, pendanaan pembangunan IKN ke depan bisa jadi tidak berlanjut, mengingat adanya program makan siang gratis yang harus dibiayai pula.
''Rp 20 triliun itu pasti habis di 2025, apalagi perpindahan pegawai (ASN) yang membutuhkan kantor dan hunian. Nah, hati-hati dari segi pendanaan jadi tidak berlanjut kalau misalnya makan siang gratis juga harus dibiayai,'' imbuh dia.
Baca Juga
Perlu diketahui, program makan siang gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka direncanakan akan telan biaya sebesar Rp400 triliun dari APBN untuk memberi makan siang kepada lebih dari 80 juta anak sekolah di seluruh Indonesia.
“Nah, hati-hati dari segi pendanaan jadi tidak berlanjut kalau misalnya makan siang gratis juga harus dibiayai,'' imbuh dia.
