Pertumbuhan Berlanjut, Target Saham Indosat (ISAT) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) direvisi naik, seiring dengan lompatan kinerja tahun 2023 hingga lampaui estimasi. Revisi tersebut juga mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan sampai tahun ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (12/2/2024), ISAT akan ditopang dua pendorong tahun ini, yaitu belanja operasional dan monetisasi lebih lanjut subscriber perseroan.
Baca Juga
Sekuritas Ini Sebut Kinerja Indosat (ISAT) Lampaui Target, Bagaimana Sahamnya?
Terkait peningkatan opex, dia mengatakan, perseroan akan membatasi maksimal 3% dari total pendapatan, dibandingkan kuartal terakhir tahun lalu mencapai 4,6%. Hal ini diharapkan mengerek margin EBITDA perseroan.
ISAT juga akan menerapkan lebih banyak sinergi maupun merger yang diharapkan berimplikasi terhadap pertumbuhan pendapatan berkisar 20% dari nilai pendapatan tahun lalu.
Pertumbuhan dari sisi monetisasi pelanggan, menurut BRI Danareksa Sekuritas, bakal berimplikasi terhadap peningkatan ARPU menjadi lebih dari Rp 40 ribu per pelanggan tahun ini. Peningkatan juga akan didukung pengurangan lebih lanjut pelanggan yang tidak optimal, peningkatan permintaan data dari berbagai daerah, dan kenaikan harga paket data.
Baca Juga
Transformasi ke Tech Company, Indosat (ISAT) Siapkan Hal Ini
Terkait realisasi kinerja keuangan perseroan tahun 2023, BRI Danareksa Sekuritas, telah melampaui target yang memunculkan prospek lebih kuat ke depan. Tahun lalu, perseroan mencetak laba bersih senilai Rp 4,73 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,72 triliun. Pendapatan melesat dari Rp 46,75 triliun menjadi Rp 51,22 triliun.
Berbagai faktor tersebut mendorong Niko Margaronis merevisi naik target harga saham ISAT dari Rp 11.100 menjadi Rp 13.300 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
Estimasi Kinerja Keuangan ISAT
