Pemerintah Enggan Proyeksi Soal Rupiah, Airlangga: Itu Tugas BI
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah enggan memproyeksikan mengenai posisi mata uang Garuda yang kini tertekan dolar Amerika Serikat. Pasalnya, stabilisasi nilai tukar rupiah merupakan tugas Bank Indonesia.
"Enggak, kami tidak (spekulasi). Kami lihat itu kan tugas dari BI," ujar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai salat Jumat, di kantornya, Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga
Erick Minta Pertamina dan BUMN Lain Beli Dolar Secara Terukur, Sesuai Kebutuhan
Airlangga mengatakan terus memantau perkembangan rupiah. Namun, dia tak ingin berasumsi mengenai posisi rupiah yang menuju titik ekuilibrium baru, setelah eskalasi konflik Iran dan Israel kian memanas dan suku bunga The Fed AS tidak kunjung turun.
"Kan ini baru beberapa hari. Wait and watch ya, kita lihat yang penting rupiah stabil, stabilnya di berapa kita lihat," ujar dia.
Kemarin Sempat Rebound
Rupiah tercatat sempat rebound terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis (18/4/2024) pagi. Kurs uang Garuda terhadap greenback sebesar Rp 16.159 berdasarkan data RTI.
Namun, nilai tukar rupiah terhadap greenback kembali terdepresiasi pagi ini. Pada pembukaan perdagangan spot antarbank Jumat (19/4/2024) pagi, dilansir dari Yahoo Finance, mata uang Garuda merosot 92 poin ke level Rp 16.264 per USD.
Baca Juga
Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,4% ke USD 407,3 Miliar, Rupiah Merosot Lagi
