Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan, Target Saham AVIA Rp 670
JAKARTA, investortrust.id - Manajemen PT Avia Avian Tbk (AVIA) memberikan pandangan positif terhadap prospek kinerja keuangan sepanjang 2024. Volume dan nilai penjualan perseroan diproyeksikan lanjutkan pertumbuhan tahun ini.
Optimisme manajemen terhadap kinerja keuangan tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AVIA dengan target harga Rp 670 per saham.
Baca Juga
Bangun Pabrik di Cirebon, Avia Avian (AVIA) Alokasikan Capex Rp 450 Miliar
“Manajemen AVIA mematok target pertumbuhan volume penjualan sebanyak 4-8% tahun ini dan pertumbuhan nilai penjualan mencapai 6-10% sepanjang 2024. Kenaikan didukung pertumbuhan daya beli masyarakat kelas berpendapatan bawah,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas di Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Pertumbuhan nilai penjualan juga didukung ekspektasi kenaikan rata-rata harga jual produk, meski demikian perseroan belum berniat menaikkan harga dalam waktu dekat. Hal ini dipicu belum adanya tekanan kenaikan harga biaya.
Dari sisi biaya produksi, Mandiri Sekuritas menyebutkan, manajemen AVIA mengakui belum ada tekanan terhadap biaya produksi, meskipun harga minyak berfluktuasi. Begitu juga dengan tingkat persaingan menunjukkan tren perbaikan.
Baca Juga
AVIA Cetak Kenaikan Laba 17,14%, Bagaimana dengan Target Sahamnya?
Sebelumnya, manajemen Avia menganggarkan belanja modal/capital expenditure (capex) sebesar Rp 450 miliar sepanjang 2024. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun pabrik baru di Cirebon, Jawa Barat.
Direktur Keuangan Avia Avian Kurnia Hadi Sinanto mengatakan, penambahan pabrik tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi. “Selain itu, kami mematok capex rutin yang jumlahnya 2% dari penjualan di tahun kemarin (sebelumnya)," kata Kurnia Hadi Sinanto dalam paparan publik yang digelar secara daring, Rabu (28/2/2024).
Perseroan akan membangun pabrik baru di Cirebon dengan kapasitas produksi 225.000 metrik ton (MT). Sementara dua pabrik lainnya di Sidoarjo dan di Serang dengan kapasitas masing-masing sebesar 213.840 dan 72.576 MT.
Tahun lalu, AVIA membukukan pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 17,14% menjadi Rp 1,64 triliun pada 2023, dibandingkan realisasi tahun 2022 senilai Rp 1,40 triliun. Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 7,01 triliun.
