AVIA Cetak Kenaikan Laba 17,14%, Bagaimana dengan Target Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Avia Aviant Tbk (AVIA) membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 17,14% menjadi Rp 1,64 triliun pada 2023, dibandingkan realisasi tahun 2022 senilai Rp 1,40 triliun.
Manajemen AVIA melalui rilis laporan kinerja keuangan tahun 2023, di Jakarta, Rabu (28/2/2024) menyebutkan, kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 7,01 triliun.
Pertumbuhan laba bersih ini juga didukung penurunan beban pokok penjualan dari Rp 3,97 triliun menjadi Rp 3,83 triliun. Sedangkan laba sebelum beban pajak penghasilan meningkat dari Rp 1,74 triliun menjadi Rp 1,99 triliun.
Baca Juga
Avia (AVIA) Lanjutkan Buy Back Saham, Manajemen Ungkap Alasannya
Kenaikan laba tersebut menjadikan laba per saham AVIA meningkat dari Rp 22,61 per saham menjadi Rp 26,51 per saham.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan total aset menjadi Rp 11,16 triliun pada 2023, dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya Rp 10,79 triliun. Sedangkan kewajiban AVIA turun naik dari Rp 1,21 triliun menjadi Rp 1,24 triliun.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa Avia (AVIA) diproyeksikan mampu untuk mencatatkan pertumbuhan volume penjualan cat sepanjang 2024. Begitu juga dengan margin keuntungan.
Pertumbuhan volume penjualan perusahaan crazy rich Hermanto Tanoko ini diikuti dengan margin keuntungan stabilakan berimbas terhadap kenaikan laba bersih perseroan tahun ini mencapai 4%.
Proyeksi pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah tersebut mempertimbangkan perkiraan kenaikan volume penjualan berkisar 3,6% tahun ini dan kenaikan rata-rata harga jual diprediksi mencapai 2%. Perseroan juga diprediksi akan mengeluarkan biaya dana promosi lebih besar.
Baca Juga
Saham Avia (AVIA) Direkomendasikan Beli, Simak Faktor Pendukung Ini
“Meski penjualan diprediksi tumbuh, kami memilih untuk memangkas target pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun 2024 dan 2025. Hal ini dipicu atas ekspektasi pertumbuhan volume penjualan lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalia Sutanto dalam riset terbarunya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 1,58 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun 2023 Rp 1,52 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan diestimasi naik dari Rp 7,01 triliun menjadi Rp 7,47 triliun.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun target harga saham AVIA dari Rp 700 menjadi Rp 620 dengan rekomendasi saham dipertahankan beli. Seluruh sentiment negatif telah terefleksi pada saham AVIA saat ini.
