Optimisme BI Dorong Rupiah Ditutup Menguat
Reporter | Farhan Nugraha
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan Kamis (22/02/2024) sore. Rupiah menguat ke level Rp 15.589 per USD. Hal ini didorong perkiraan Bank Indonesia (BI) bahwa ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik di kisaran 4,7-5,5% tahun ini.
Menurut pengamat rupiah Ibrahim Assuaibi, optimisme Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan menjadi salah satu sentimen pendorong penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini. Saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Februari 2024, bank sentral memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik tahun ini, di kisaran 4,7-5,5%. Sementara itu, pada triwulan IV-2023, pertumbuhan mencapai 5,04% (yoy), meningkat dari 4,94% (yoy) pada triwulan sebelumnya, sehingga secara keseluruhan pada 2023 mencapai 5,05% (yoy).
"Prospek ini dipengaruhi oleh membaiknya ekspor, sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia. Selain itu, tetap baiknya permintaan domestik didukung oleh positifnya keyakinan pelaku ekonomi," kata Ibrahim, dikutip Kamis (22/02/2024).
Baca Juga
Risalah Pertemuan The Fed
Ibrahim juga memaparkan risalah pertemuan The Fed pada akhir Januari 2024, yang dirilis pada Rabu (21/02/2024) waktu AS. Risalah menunjukkan bahwa bank sentral Amerika Serikat tersebut tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga lebih awal. "Gagasan ini diamini oleh sejumlah pejabat The Fed pada minggu ini, yang menyebutkan kekhawatiran atas inflasi yang stagnan dan kuatnya perekonomian AS," sebutnya.
Ia menambahkan, pernyataan tersebut membuat sebagian besar pedagang menghapus ekspektasi penurunan suku bunga pada Maret dan Mei 2024, sekaligus meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga stabil pada Juni mendatang. Kemudian, alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang memperkirakan peluang sebesar 53,6% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni 2024, dan peluang sebesar 28,7% suku bunga tetap stabil.
"Yang terakhir ini naik dari peluang 19,7% yang terlihat minggu lalu," ujarnya.
