OJK Ungkap Pemilu Justru Dongkrak IHSG
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Inarno Djajadi mengungkapkan, kegiatan pemilihan umum (pemilu) ikut mendokrak IHSG (indeks harga gabungan saham).
“Kami cukup optimistis kalau kita lihat dari data historical pemilu sebelumnya itu justru mendongkrak IHSG,” tegas Inarno dalam Konferensi Pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2024 di Jakarta, Selasa (20/02/2024).
Lebih lanjut, Inarno menjelaskan bahwa satu hari usai pelaksanaan pemilu, IHSG menguat 1,3%, walaupun ICBI (Indonesia composite bond index) atau indeks komposit obligasi cenderung terkoreksi 0,04%. “Namun kalau kita ambil data 16 Februari, indeks kita telah naik 1,74% dan ICBI sudah naik 0,01%,” paparnya.
Inarno juga memastikan bahwa pasar modal Indonesia masih mengalami penguatan di tengah pelemahan ekonomi global. Hal ini ditunjukkan dengan IHSG (indeks harga saham gabungan) yang menguat 0,86% year to date ke level 7335 serta membukukan net buy sebesar Rp 20,05 triliun.
Baca Juga
Inarno: Soal Suspensi Saham CUAN, BEI Tengah Lakukan Pemeriksaan
“Pasar modal Indonesia masih menguat di tengah perlambatan ekonomi global dengan IHSG menguat 0,86% year to date ke level 7335 dan membukukan net buy Rp 20,05 triliun,” tegas Inarno.
Lebih lanjut, kapitalisasi pasar mencapai Rp11.600 triliun dan nilai asset under management (AUM) pengelolaan investasi tercatat sebesar Rp 800 triliun atau turun 2,96% year to date.
Sedangkan, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp 477,28 triliun atau turun 4,82% ytd. Adapun, antusiasme pendanaan melalui pasar modal tahun ini juga tercermin dari peningkatan fund raise yaitu sebesar Rp 12,34 triliun pada tahun 2024.
Walaupun demikian, Inarno menegaskan bahwa di tengah sikap optimisme pasar modal Indonesia tersebut, tetap perlu mempertimbangkan dan memantau pasar global untuk mengkalkulasi target 2024. “Musti kita lihat dari pasar global ya, dengan pelemahan global dan juga tensi geopolitik,” pungkas Inarno.
Baca Juga
OJK Optimistis Tren Positif Kinerja Sektor Jasa Keuangan Berlanjut di 2024
