Melonjak 31%, Nilai Investasi Subsektor Minerba Tembus US$ 7,46 Miliar
Reporter | Farhan Nugraha
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Realisasi investasi subsektor mineral dan batubara (minerba) di tahun 2023 mencapai US$ 7,46 miliar, melonjak 31% dari tahun sebelumnya. Angka ini sekitar 96,8% dari target tahun lalu sebesar US$ 7,7 miliar.
Hal ini diungkapkan oleh Plt Dirjen Minerba Kementerian ESDM (Purn) Bambang Suswantono dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Ditjen Minerba, Jakarta Selatan, Selasa (16/01/2024). "Nilai investasi subsektor minerba di tahun 2023 mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2022, nilai realisasi investasi subsektor minerba hanya mencapai US$ 5,69 miliar," tutur Bambang.
Realisasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2019. Ditjen Minerba, lanjut dia, terus mendorong terjaganya iklim investasi minerba guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Mayoritas untuk Mesin
Menurut Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Tri Winarno, investasi terbesar subsektor minerba dialokasikan untuk mesin. Selain mesin, investasi subsektor minerba dialokasikan untuk infrastruktur pendukung.
"Dari total realisasi investasi US$ 7,46 miliar, sekitar US$ 1,1 miliar itu untuk mesin. Sisanya untuk jalan dan sebagainya," ujar Tri Winarno.
