MI Rangkul Fintech demi Dongkrak Dana Kelolaan
JAKARTA, investortrust.id – Kalangan manajer investasi (MI) kian intens merangkul perusahaan-perusahaan teknologi finansial (fintech) demi meningkatkan dana kelolaan (asset under management/AUM) dan memasarkan produk reksa dana. Kolaborasi diperlukan karena fintech memiliki jaringan dan jangakauan sangat luas.
“Fintech memiliki jangkauan sangat luas. Jadi, kami juga harus merangkul para partner baru ini,” tutur Chief Investment Officer (CIO)PT BRI Manajemen Investasi, Herman Tjahjadi kepada investortrust.id usai acara Investment Manager Awards 2023 yang diselenggarakan investortrust.id dan Infovesta di Jakarta, Kamis (21/09/2023) malam.
Baca Juga
Sebanyak 31 MI diganjar penghargaan sebagai MI Terbaik 2023. BRI Manajemen Investasi menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu peringkat ke-1 reksa dana kategori saham USD periode 3 tahun dan peringkat ke-2 reksa dana kategori pendapatan tetap USD periode 3 tahun.
Menurut Herman Tjahjadi, dengan jaringan dan jangkauan sangat luas, fintech sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Itu sebabnya, BRI Manajemen Investasi makin intens merangkul perusahaan-perusahaan fintech.
Herman menjelaskan, dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana di Indonesia masih kecil, baru sekitar Rp 516 triliun atau 5% terhadap produk domestik bruto (PDB). Padahal, di negara-negara lain sudah di atas 25-30% PDB.
Baca Juga
Herman mengakui, telaten (sabar dan teliti) merupakan kunci utama meningkatkan literasi masyarakat tentang reksa dana dan berbagai produk investasi lainnya di pasar modal.
“Kita memang harus telaten memperkenalkan produk-produk keuangan kepada masyarakat. Literasi reksa dana akan meningkat kalau para pemangku kepentingan, terutama kalangan MI dan regulator telaten dan bergerak bersama-sama,” papar dia. (CR3)
