Merger Bank MNC & Nobu Tambah Kompleksitas Usaha? Simak Rekomendasi Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Rencana merger Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nasionalnobu Tbk (NOBU) disebut-sebut dapat menambah kompleksitas usaha. Pasalnya, kedua entitas tersebut telah menjalankan model usahanya masing-masing dalam waktu lama.
“Ini sebenarnya isu lama ya, mau merger masih negosiasi. Tetapi memang kedua bank tersebut kan memiliki strategi bisnis yang berbeda. Merger ini juga, hemat saya, bisa menambahkan kompleksitas dalam menjalankan strategi bisnisnya ya,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta kepada Investortrust.id.
Namun dia turut menegaskan bahwa merger tersebut, paling tidak juga bertujuan meningkatkan nilai aset, nilai sumber daya manusia (SDM), dan memperkuat posisi kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI). Peningkatan likuiditas ini nantinya mengarah pada peningkatan penyaluran kredit, baik untuk nasabah perorangan maupun perusahaan.
“Memang sebenarnya merger ini banyak digaungkan untuk bank KBMI 4 karena sejauh ini kelemahan mereka soal likuiditas. Jadi banyak yang bertujuan memperkuat likuiditas perusahaan agar mampu menjalankan ekspansi kredit,” sambung Nafan.
Perlu diketahui, berdasarkan Laporan Keuangan Bank MNC Internasional per September 2023, modal inti perusahaan mencapai Rp 3,32 triliun yang masuk kategori KBMI 1. Sama halnya dengan Bank Nobu yang memiliki modal inti Rp 3,12 triliun per 30 Juni 2023.
Baca Juga
Molor 4 Bulan, OJK Ungkap Progres Merger MNC Bank dan Nobu Bank
Sekadar mengingatkan, berdasarkan POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum, KBMI 1 merupakan bank dengan modal inti kurang dari Rp 6 triliun, KBMI 2 untuk bank dengan modal inti Rp 6 hingga Rp 14 triliun, KBMI 3 untuk bank dengan modal inti Rp 14-70 triliun, dan KBMI 4 untuk bank dengan modal inti lebih dari Rp 70 triliun.
Nafan memandang, merger kedua bank tersebut memang masih menghadapi negosiasi yang berjalan cukup alot. Keduanya diperkirakan masih berusaha mencari cara menyatukan strategi bisnis demi menyederhanakan kompleksitas usaha yang dimiliki dan dikuasai Bank MNC dan Bank Nobu.
“Ada juga sih sebagian merger bisa berdampak pada para pemegang saham dan karyawan tetapi kan tujuan sebenarnya dalam rangka peningkatan likuiditas agar ekspansi kredit berjalan baik,” imbuh Nafan.
Dalam perdagangan saham, Mirae Asset Sekuritas Indonesia belum memberi peringkat (not rated) pada BABP maupun NOBU. Nafan pun merekomendasikan pelaku pasar untuk trading jangka pendek dengan mengantisipasi kenaikan harga saham sewaktu-waktu.
“Kalau harga saham naik, manfaatkan trading jangka pendek untuk mendapat profit secara cepat, scalping itu juga harus dibagi dengan kenaikan volume,” pungkasnya. (CR-10)
Baca Juga
Bank MNC (BABP) Rights Issue, Pengendali Tak Akan Eksekusi Haknya
