Menko Airlangga Sebut Harga Beras Turun, Komoditas Lain?
Reporter | Farhan Nugraha
Editor | Fana Fadzikrillahi Suparman Putra
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan perkembangan harga beras dalam acara media briefing di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jumat (08/03/2024). Menurut Airlangga, beras medium telah mengalami penurunan harga.
"Harga pangan beras medium yang kami monitor itu Rp 14.310 turun sedikit. Kemudian beras premium di Rp 16.420," ucap Airlangga.
Selain beras, Airlangga mengatakan, penurunan harga juga terjadi pada beberapa komoditas lain, seperti daging sapi, gula konsumsi, dan minyak goreng curah.
"Daging sapi Rp 135.670 kemudian gula konsumsi Rp 17.740 dan minyak goreng curah Rp 15.540. Ada beberapa yang naik secara week to week, yang tadi secara week to week penurunan sedikit," paparnya.
Namun, Airlangga mengaku pemerintah juga menemukan beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga secara week to week. Ia mencontohkan daging ayam ras mengalami kenaikan 0,32% hingga kini menyentuh harga Rp 138.150 per kilogram.
"Yang naik secara week to week adalah daging ayam ras Rp 138.150, naiknya 0,32%, telur ayam ras Rp 31.490 naiknya 0,45%. Kemudian, cabai rawit merah naik 1,79% yaitu Rp 63.160 dan cabai merah keriting Rp 63.850," jelas Airlangga.
Sementara itu Airlangga turut menyampaikan update perihal stok beras menjelang Ramadan. Airlangga menyatakan, persediaan beras saat ini dapat dikatakan aman.
"Kalau kita lihat dari pengadaan dan penyaluran beras pemerintah, Bulog pegang stok CBP 1.131.885 ton dan stok komersial 14.559 ton. Pengadaan beras dari luar negeri masih ada on the way 614.000 ton," tegasnya.
Airlangga menambahkan Perum Bulog telah menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 419.516 ton ditambah penyaluran bantuan pangan sebesar 391.393 ton. Kemudian, Airlangga juga menyebut pemerintah menargetkan produksi beras pada bulan Maret 2024 menembus angka 3 juta ton.
"Kita lihat produksi bulan maret diharapkan tembus lagi di 3 juta yaitu 3,51 juta ton dan Jawa Timur sudah mulai panen. Jadi ini sudah terjadi peningkatan," ucap Airlangga.
