Melesat 39,39%, Laba Bersih Astra Otopartas (AUTO) Capai Rp 1,84 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan lonjakan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 39,39% menjadi Rp 1,84 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun.
Lompatan laba tersebut didukung penurunan beban pokok penjualan bersamaan dengan lompatan keuntungan dari perusahaan asosiasi dan ventura dari Rp 36,65 miliar menjadi Rp 173,78 miliar. Lompatan laba tersebut menjadikan laba per saham dasar perseroan meningkat dari Rp 275 per saham menjadi Rp 382 per saham hingga akhir 2023.
Baca Juga
Ini Target Terbaru Saham Astra (ASII) Usai Masuknya BYD di Pasar Otomotif RI
Manajemen AUTO dalam laporan kinerja keuangan, Kamis (22/2/2024) menyebutkan, pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 18,57 triliun menjadi Rp 18,64 triliun. Laba bruto berhasil terdongkrak dari Rp 2,68 triliun menjadi Rp 3,07 triliun, seiring dengan penurunan beban pokok pendapatan dari Rp 15,89 triliun menjadi Rp 15,57 triliun.
Perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan aset dari Rp 18,52 triliun menjadi Rp 19,61 triliun. Sedangkan liabilitas turun dari Rp 5,46 triliun menjadi Rp 5,07 triliun.
Sementara itu, Trimegah Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan Astra Otoparts (AUTO) diprediksi menjadi unit bisnis PT Astra International Tbk (ASII) dengan tingkat pertumbuhan kinerja paling pesat hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan, target kinerja keuangan tahun 2023 -2025 layak direvisi naik didukung ekspansi suku cadang kendaraan listrik, produksi alat-alat kesehatan, dan peningkatan eksposur suku cadang otomotif secondary market.
Baca Juga
Pemerintah Pertimbangkan Beri Insentif Pembelian Mobil Hybrid
Trimegah Sekuritas dalam risetnya merevisi naik target laba bersih tahun 2023 dari Rp 1,56 triliun menjadi Rp 1,75 triliun. Begitu juga dengan estimasi laba bersih tahun 2024 direvisi naik dari Rp 1,75 triliun menjadi Rp 1,86 triliun.
Trimegah Sekuritas memperkirakan gross profit margin (GPM) perseroan mencapai 16,1% tahun 2023 atau lebih tinggi dari asumsi semula 15,3%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih direvisi naik dari semula 7,9% menjadi 9,2%.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AUTO dengan target harga direvisi naik dari Rp 4.350 menjadi Rp 4.600.
