Rampungkan Divestasi, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) Cetak Laba Bersih Rp 184 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id – PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan pendapatan bersih Rp 3,380 triliun selama sembilan bulan pertama, terkerek 3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Sementara itu laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat Rp 24 miliar, berbalik dari posisi merugi Rp 261 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba yang dibukukan pada triwulan III-2024 tercatat sebesar Rp 184 miliar, dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 19 miliar.
Disampaikan Hadrianus Wahyu Trikusumo, Presiden Direktur HERO, dicetaknya laba didorong oleh pertumbuhan laba di bisnis Guardian Health and Beauty serta penghematan biaya yang berhasil dilakukan di IKEA. “Total laba yang dibukukan untuk periode tersebut termasuk dari keuntungan divestasi operasi Hero Supermarket dan penjualan properti non-inti yang mencapai Rp 184 miliar, naik dari Rp 19 miliar pada tahun sebelumnya,” kata Hadrianus dalam pernyataan tertulis yang diterima Sabtu (2/11/2024).
Disampaikan Hadrianus, Guardian Health and Beauty terus menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan dua digit dalam penjualan yang sebanding dan peningkatan laba yang solid selama periode ini. Peningkatan kunjungan di mal premium dan lokasi wisata serta optimasi rentang produk, menjadi kunci keberhasilan segmen ini. “Selain itu, Guardian juga memperluas kehadiran omnichannel untuk meningkatkan aksesibilitas pelanggan,” tuturnya.
Meskipun penjualan IKEA mengalami penurunan akibat penurunan kunjungan ke toko, Perseroan berhasil mengurangi kerugian secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lewat inisiatif penghematan biaya yang efektif.
Baca Juga
Hero (HERO) Cetak Laba Rp 162,16 MIliar, Manajemen Ungkap Pendorong Ini
“IKEA terus fokus pada peningkatan daya tarik toko, optimalisasi tata letak, dan perbaikan alat belanja. Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan produk mencakup peninjauan model impor, peningkatan sumber daya lokal, dan penyesuaian rantai pasokan, didukung oleh strategi pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan relevansi lokal,” ujarnya.
Sekadar informasi, perseroan telah berhasil melakukan transformasi bisnis dengan menyelesaikan divestasi segmen Hero Supermarket kepada afiliasinya, PT Hero Retail Nusantara, pada akhir Juni 2024. Setelah transaksi ini, operasi Perseroan sepenuhnya berfokus pada bisnis Guardian dan IKEA di Indonesia.
Selama sembilan bulan pertama, Perseroan juga berhasil menjual tiga properti non-inti, yang semakin memperkuat posisi keuangannya.
Ke depan, Hadrianus menyampaikan optimismenya bahwa segmen kesehatan dan kecantikan akan terus tumbuh positif, didukung oleh tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat. Sementara itu, IKEA akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan fokus bisnis yang lebih tajam dan strategi yang tepat, Perseroan yakin dapat mencapai pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pada triwulan III-2024, selain berhasil mencetak kenaikan pendapatan bersih sebesar 3% menjadi Rp3,380 triliun, laba kotor perseroan juga ikut terkerek 5% menjadi 1,43 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,36 triliun. Sementara itu laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat sebesar Rp24 miliar dibandingkan posisi merugi sebesar Rp261 miliar di tahun lalu. Sedangkan laba yang dibukukan pada triwulan III-2024 tercatat sebesar 184 miliar, dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 19 miliar.

