Laju Penguatan Lebih Tinggi, IHSG 2024 Menuju Level 7.900
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi tetap melanjutkan penguatan sepanjang tahun 2024 ini. Bahkan, penguatan IHSG tahun ini diprediksi lebih tinggi, dibandingkan pencapaian tahun 2023.
IHSG sepajang tahun 2023 melesat sebanyak 422,18 poin (6,16%) menjadi 7.272.79. Penguatan tersebut didukung kenaikan saham sektor infrastruktur dengan penguatan hampir 80,75%, disusul saham sektor material dasar 7,51%, dan saham sektor keuangan menguat sebanyak 3,07%.
Baca Juga
BEI juga mencatatkan lima saham dengan penopang terbesar terhadap penguatan indeks, yaitu saham PT Barito Renewbles Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
BEI juga mencatatkan empat saham emiten konglomerasi Prajogo Pangestu masuk dalam daftar 10 saham penyumbang terbesar terhadap kenaikan IHSG sepanjang 2023.
“Kami memperkirakan IHSG bisa menguat sekitar 10% menjadi 7.900 sampai akhir tahun ini. Target indeks tersebut mengimplikasikan PE tahun 2024 sekitar 12,5 kali dan tahun 2025 sekitar 11,3 kali,” tulis analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Baca Juga
Perkiraan penguatan IHSG tersebut, terang dia, didasarkan asumsi pemilu akan berjalan lancar dan kandidat pemenang akan tetap melanjutkan program pemerintah yang telah berjalan selama ini.
“Berdasarkan hasil pengamatan selama empat kali pemilu terlihat bahwa IHSG bergerak cenderung volatile sebelum pemilu, tetapi pergerakan usai pemilu akan bergerak rally,” terangnya.
Baca Juga
BEI Pamer Kinerja 2023: IHSG Menguat 6,62% dan IPO Terbanyak ke-6 Dunia
Proyeksi penguatan indeks tersebtu, terang RHB Sekuritas, juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan GDP Indonesia mencapai 5% dengan konsumsi swasta menjadi penopang utama thaun ini. Proyeksi tersebut juga mempertimbangkan pemangkasan suku bunga perbankan mencaapi 50 bps mulai semester II tahun ini.
Penguatan indeks juga akan didukung poryeksi pemulian ekonomi China yang diharapkan berimbas positif terhadap penjualan barang tambang, seperti tembaga dan nikel.
Pola Pergerakan IHSG Jelang Pemilu
