Laba Bank Jago (ARTO) Melesat 355%, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan lonjakan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebanyak 355% menjadi Rp 72 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 16 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut didukung strategi Bank Jago yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi dengan ekosistem digital.
Baca Juga
Dorong Edukasi dan Literasi Keuangan, Bank Jago (ARTO) Luncurkan Game Ini
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan, Bank Jago konsisten menunjukkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan jumlah nasabah. “Hingga akhir 2023, jumlah DPK mencapai Rp 12,1 triliun atau tumbuh 46% dari perolehan akhir 2022 senilai Rp 8,3 triliun,” kata Arief melalui keterangan resmi Jumat (22/3/2024).
Sebanyak 65% atau Rp 7,9 triliun DPK berasal dari current account and savings account (CASA). Sedangkan 34,7% atau Rp4,2 triliun merupakan simpanan nasabah dalam bentuk deposito. “Jumlah pinjaman pada akhir 2023 mencapai Rp 13 triliun atau melesat 38% dari akhir 2022 senilai Rp 9,4 triliun,” ujar dia.
Bank Jago juga mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross menjadi 0,8% pada 2023.
Baca Juga
Lompatan kredit berimbas terhadap peningkatan pendapatan bunga bersih perseroan menjadi Rp 1,6 triliun sepanjang 2023. Sedangkan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) naik 355% menjadi Rp 72 miliar.
Bank Jago (ARTO) juga menorehkan total aset menjadi Rp 21,3 triliun atau tumbuh 26% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 17 triliun. “Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 62%, yang menunjukkan kuatnya tingkat permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan,” ucap Arief.
Jumlah Nasabah
Kinerja keuangan positif tersebut juga didukung penambahan jumlah nasabah Bank Jago menjadi 10,2 juta, termasuk 8,1 juta nasabah funding pengguna aplikasi Jago. Jumlah pengguna aplikasi Jago bertambah 3 juta nasabah, dibandingkan akhir 2022 sebanyak 5,1 juta nasabah.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Akan Terus Lanjutkan Inovasi dan Kolaborasi Ekosistem Digital
Sejak awal Bank Jago memang konsisten mengedepankan inovasi dan kolaborasi dengan ekosistem digital sebagai unique value proposition. “Kolaborasi dengan mitra strategis kami, termasuk ekosistem GoTo, menjadi pintu masuk nasabah untuk mengakses produk dan layanan perbankan Jago,” terangnya.
Dalam membangun bank berbasis teknologi, Bank Jago tak hanya fokus membangun infrastruktur teknologi. “Kami juga mengembangkan sumber daya manusia yang mumpuni agar industri keuangan digital dapat terus berinovasi,” tutup Arief. (CR-5)
