Kemendag Sebut Industri Makanan dan Minuman Indonesia Diakui Dunia, Ini Ukurannya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan industri makanan dan minuman Indonesia sudah mendapatkan pengakuan di kancah global. Pengakuan tersebut menjadi salah satu alasan terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan pameran bertaraf internasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi pada pameran SIAL Interfood di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2023).
“Pemilihan Indonesia sebagai salah satu negara penyelenggara SIAL Interfood merupakan bentuk pengakuan bahwa Tanah Air kita memiliki potensi industri produk makanan dan minuman yang diperhitungkan di kancah global. Selain Jakarta, SIAL Network juga menggelar pameran serupa di beberapa kota bisnis di dunia,” ucapnya.
Ia menambahkan, produk makanan dan minuman olahan Indonesia telah menjadi menjadi salah satu produk unggulan. Fakta menunjukkan, produk ini tumbuh 7,57% dalam 5 tahun terakhir. Fakta tersebut juga menjadi tolak ukur industri ini diakui secara global.
Baca Juga
Ladang Lima Pasarkan Makanan Olahan Singkong hingga Australia
Total nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia pada 2018 sebesar US$ 4,00 miliar dan menjadi US$ 5,26 miliar pada 2022. Produk yang paling banyak meraih pangsa pasar dunia yaitu hasil laut seperti udang, tuna, kepiting, bahan makanan siap masak; wafel dan wafer, pasta, biskuit, ekstrak kop, dan bumbu saus.
Didi pun menyebutkan, produk unggulan di sektor makanan dan minuman tersebut pun perlu didukung oleh pencarian pasar yang potensial. Untuk itu, Indonesia saat ini giat mengembangkan pasar baru ke negara-negara nontradisional.
Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat di negara-negara nontradisional yang juga berdampak pada peningkatan daya beli, sehingga pasar tersebut mempunyai peluang yang sangat menjanjikan sebagai negara tujuan ekspor produk-produk Indonesia.
“Pada praktiknya, pertumbuhan ekonomi berimbas pada daya beli konsumen. Oleh karena itu, Kemendag mendorong para eksportir agar dapat memanfaatkan peluang ekspor di pasar-pasar nontradisional tersebut,” ungkap Didi. (CR-9)
Baca Juga
Ekspor Makanan Minuman Capai US$ 3,38 Juta Hingga Agustus 2023
