Diakui Internasional, Mayapada Hospital Hadirkan Layanan Siaga Penanganan Strok 24 Jam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Mayapada Hospital Jakarta Selatan menegaskan posisinya sebagai fasilitas kesehatan terdepan di bidang penanganan saraf dan otak. Rumah sakit (RS) ini memiliki berbagai keunggulan layanan, termasuk status sebagai stroke ready hospital (RS siaga layanan strok) selama 24 jam yang telah diakui secara internasional.
Chief Operating Officer (COO) Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi mengungkapkan, Mayapada Hospital Jakarta Selatan tercatat sukses meraih penghargaan dari World Stroke Organization (WSO) untuk kategori Angel Award. Prestasi bergengsi ini berjalan beriringan dengan keberhasilan RS tersebut dalam merampungkan akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI).
Menurut Joyce, kedua pencapaian tersebut saling berkesinambungan dan mencerminkan kesiapan penuh Mayapada Hospital Jakarta Selatan dalam menangani kasus kegawatdaruratan secara cepat dan tepat.
Baca Juga
Tim Dokter Urologi Mayapada Sukses Angkat Kanker Prostat di Area Sulit dengan Operasi Robotik
"Di situ kita yakinkan bahwa penanganan strok kita itu ready pada saat pasien sudah tiba di sini, dari 24 jam UGD, kemudian juga ada dokter siaga, saraf maupun dokter-dokter lainnya yang menunjang begitu pasien sampai di kami," ujar Joyce di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Ia menambahkan, tidak seperti penanganan di tempat lain yang umumnya diawali oleh dokter umum (general practitioner/GP) di instalasi gawat darurat, pasien stroke di Mayapada Hospital langsung ditangani oleh dokter spesialis yang siaga 24 jam penuh, lengkap dengan dukungan fasilitas kamar operasi.
"Jadi, kalau amit-amit gitu ya, ada kolega atau apa yang amit-amit kena strok, ingat aja Mayapada Rumah Sakit Siaga Strok," pesan Joyce kepada para hadirin.
Inovasi Medis dan Transfer Knowledge
Joyce Rahayu juga menyoroti berbagai teknik medis mutakhir di bidang bedah saraf, seperti prosedur awake brain surgery (operasi otak dalam kondisi pasien sadar) yang videonya sempat viral karena memperlihatkan pasien dapat berinteraksi hingga bermain gitar.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam membagikan keilmuan medis, kata Joyce, Mayapada Hospital juga menggelar workshop pelatihan kadaverisasi (cadaver) dengan metode minimal invasif. Pelatihan ini menghadirkan tiga tindakan utama yang dipandu langsung oleh para ahli, meliputi operasi pengamanan tulang belakang menggunakan kamera endoskopi jenis transfemoral endolift.
Baca Juga
Investasi Rp 400 Miliar, Mayapada Hospital Jakarta Timur Hadir di Jakarta Garden City
Selain itu, menurut Joyce, terdapat tindakan peredakan nyeri wajah akibat gangguan saraf atau trigeminal neuralgia menggunakan teknik kompresi balon kecil, serta pemasangan penyangga pada tulang belakang dengan bantuan teknologi robotik atau robotic assisted toracal lumbar screw placement.
"Karena nanti itu adalah teknologi-teknologinya atau knowledge-knowledge ini dimiliki oleh tiga dokter kami yang mungkin belum dimiliki oleh dokter lainnya. Jadi, kalau langsung live surgery mungkin belum layak dilakukan oleh peserta lainnya," tutur dia.
Joyce Rahayu menjelaskan, melalui rangkaian inovasi, standar pelayanan berstandar internasional, serta kolaborasi multidisiplin yang solid, Mayapada Hospital Jakarta Selatan terus bertekad memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia.
