Kas Mencukupi, GOTO Batalkan IPO Saham di Bursa Global
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membatakan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di bursa saham global. Hal ini didukung kas internal berupa kas, setara kas, dan deposito jangka pendek senilai Rp25,2 triliun hingga kuartal III-2023.
Penundaan juga didukung atas tingkat penggunaan bersih kas (net cash burn) berkurang 76% sampai September 2023, dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan modal perseroan saat ini lebih dari cukup untuk menjalankan kegiatan bisnisnya dan mengeksekusi rencana ke depan.
Baca Juga
“Dengan demikian, perseroan pada mengumumkan bahwa tidak lagi berencana melakukan penawaran umum perdana saham internasionalyang sebelumnya disampaikan pada prospektus IPO GOTO serta telah disetujui oleh pemegang saham pada RUPS tahun 2023,” tulis manajemen GOTO di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Jika perseroan berencana melanjutkan IPO internasional di masa, manajemen GOTO menyebutkan, perseroan akan memintakan kembali persetujuan pemegang saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga September 2023, perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan bruto sebesar 7% dari Rp 16,63 triliun menjadi Rp 17,79 triliun. Pendapatan bersih meningkat dari Rp 7,96 triliun menjadi Rp 10,51 triliun.
Baca Juga
GOTO juga berhasil mencatatkan perbaikan EBITDA disesuaikan dari sebelumnya negatif Rp 12,87 triliun menjadi Rp 3,74 triliun. Rugi bersih juga turun drastis dari Rp 20,91 triliun menjadi Rp 9,59 triliun.
GOTO berhasil mengerek margin kontribusi menjadi 1,1% pada kuartal III-2023, dibandingkan dengan kuartal II-2023 sekitar 1%. Sedangkan dibandingkan dengan kuartal III-2022 melesat dari negatif 1,2% menjadi 1,1% atau terjadi perbaikan sebanyak 149 bps.
Dirut GOTO Patrick Walujo mengatakan, perseroan juga berhasil mencetak pertumbuhan GTV sebesar 5% menjadi Rp151,3 triliunpada kuartal III-2023 setelah pada kuartal I dan II mencatatkan penurunan. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan segmen bisnis e-commerce dan on demand services.
“Peningkatan GTV tersebut didukung strategi perluasan pasar potensial melalui pengembangan produk dan layanan yang mampu untuk menjawab kebutuhan konsumen yang lebih peka terhadap harga,” terangnya.
Perbaikan tersebut juga menggambarkan penguatan sinergi ekosistem sebagai keunggulan perseroan di tengah ketatnya kompetisi. “GoTo akan terus beradaptasi secara taktis untuk mempertahankan kepemimpinan pasar kami, serta di saat yang sama terus berinvestasi untuk mendukung strategi bisnis jangka panjang Perseroan,” terangnya.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoToJacky Lo mengatakan, seiring dengan pertumbuhan kembali GTV pada kuartal III, dibandingkan dua kuartal sebelumnya,perseroan juga mencatat perbaikan secara berturut-turut margin kontribusi dan EBITDA yang disesuaikan.
“Perbaikan didorong efisiensi beban operasional, dengan mengurangi redudansi serta pemanfaatan teknologi untuk menekan biaya. Sedangkan masih ketatnya kompetisi dan masih terus berlanjut, perseroan akan merespons hal ini dengan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan profitabilitas,” terangnya.
