Jelang Peluncuran Model Baru, Saham Astra (ASII) Direkomedasikan Ini
JAKARTA, investortrust.id –Seluruh sentimen negative penekan harga telah terefleksi, sehingga saham PT Astra International Tbk (ASII) layak diakumulasi. Akumulasi ini didukung sentimen peluncuran mobil model baru dalam waktu dekat.
Analis Bahana Sekuritas Christine Natasya mengatakan, sentimen positif saham ASII datang dari peluncuran model-model baru bisa menjadi katalisator terhadap saham ini dalam jangka pendek. Sedangkan pemulihan daya beli masyarakat diharapkan menjadi sentiment positif dalam jangka panjang.
Baca Juga
Anak Usaha Surge (WIFI) Catatkan Obligasi Rp 600 Miliar, Cek Peruntukan Dananya
“Sentimen positif juga datang dari masih rendahnya penetrasi mobil di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dengan rata-rata per kapita di atas US$ 5000 per tahun. Dengan demikian masih terbuka ruang pertumbuhan pesat ke depan,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.
Peluncuran model baru, terang dia, akan dimanfaatkan Astra International (ASII) saat GIIAS yang akan digelar akhir bulan ini. Dua model baru mobil kemungkinan akan diluncurkan, yaitu kendaraan hybrid All New Prius dan Yaris GR.
Terkait pasar penjualan mobil nasional, dia mengatakan, diperkirakan hanya mencapai 824 ribu unit sepanjang tahun ini atau menunjukkan penurunan sekitar 18% dari tahun lalu dan sekitar 19,8% dari penjualan mobil sebelum Covid.
Tak terkecuali penjualan mobil ASII ikut berkontraksi tahun ini, sehingga pendapatan divisi otomotif perseroan diprediksi akan turun berkisar 9,3%. Hal ini mendorong Bahana Sekuritas memangkas target pendapatan ASII tahun ini sebanyak 4,4% menjadi Rp 302,3 triliun. Sedangkan produk mobil hybrid diharapkan tetap menjadi produk dengan pertumbuhan penjualan paling pesat bagi Astra.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Mei 2024 Melonjak 54%, Bakal Berlanjut?
Penurunan penjualan mobil nasional dipengaruhi sejumlah faktor, seperti penurunan daya beli masyarakat, peningkatan jumlah masyarakat penggun transportasi publik, dan penguatan pasar penjualan mobil bekas didukung harga yang lebih murah.
Berbagai faktor tersebut mendorong Bahana Sekuritas untuk merevisi turun target saham ASII dari Rp 5.700 menjadi Rp 5.600, namun saham ASII masih layak dipertahankan beli. Rekomendasi beli tersebut juga mempertimbangkan seluruh sentimen negatif telah terefleksi pada saham ASII.
Grafik Saham ASII
