Israel Serang Iran, Perbankan Tanah Air Harus Lakukan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Israel melakukan serangan balasan ke Iran Jumat (19/4/2024) pagi. Sebuah ledakan terdengar di kota Ghahjaworstan di Iran, yang terletak di barat laut kota Isfahan.
Serangan rudal ini lantas membuat kondisi ekonomi dunia tegang. Hal itu tercermin dari nilai rupiah yang makin ambles di tengah keperkasaan dolar AS, hingga Rp 16.300-an per dolar AS. Serta amblesnya IHSG di Bursa Efek Indonesia pada sesi satu Jumat siang ini hingga 1,59%.
Dari konflik geopolitik timur tengah tersebut, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Ryan Kiryanto memberikan rekomendasinya ke perbankan dalam negeri.
Baca Juga
Israel Serang Balik Iran, Bagaimana Skenario Ekonomi Pemerintah Hadapi Eskalasi Konflik?
Berikut rekomendasinya:
- Cermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
- Cermati kebijakan sikap AS, China, Eropa dan Rusia menyikapi ketegangan antara Iran vs Israel.
- Lakukan stress test terhadap prospek debitur (eksportir dan importir) yang memiliki eksposur ke negara-negara yang terlibat perang. Lalu siapkan provisi atau CKPN yang lebih sesuai untuk kredit yang terkait dengan negara-negara konflik utamanya di Timur Tengah.
- Lebih hati-hati untuk menyalurkan kredit baru kepada debitur yang berkaitan dengan eksportir dan atau importir berbasis di negara-negara konflik (Timur Tengah).
- Jaga likuiditas dolar AS sesuai regulasi karena faktor kenaikan dolar AS masih berlanjut.
- Sarankan debitur untuk lindung nilai atau hedging jika mengambil fasilitas kredit dalam dolar AS.
“Bank juga perlu menyarankan kepada nasabahnya untuk tenang atau tidak panik menghadapi situasi terkini di Timur Tengah saat ini,” kata Ryan kepada InvestorTrust, Jumat (19/4/2024).
