Infrastruktur Pembayaran Jadi Kunci Bawa Pengguna Ritel ke Aset Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini masyarakat dengan mudahnya melakukan pembayaran apapun dengan menggunakan kartu debit. Berbeda ketika kartu debit pertama kali hadir pada 1970-an, di mana hanya dapat digunakan di anjungan tunai mandiri (ATM) dan tak bisa diterima secara luas seperti sekarang.
Melansir Coinmarketcap, Senin (1/7/2024), arah pembayaran pada Web3 saat ini juga berada di posisi yang sama. Meski saat ini sejumlah toko online seperti Overstock, Microsoft, Shopify dan lainnya telah menerima pembayaran Bitcoin, namun sebagian besar konsumen masih tidak bisa membayar belanjaan mereka menggunakan kripto.
Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan sentimen negatif seputar peretasan dan penipuan yang melibatkan kripto. Tapi, faktor utama adalah masih rendahnya ketersediaan dan adopsi seperti terminal POS yang dirancang untuk pembayaran kripto.
Baca Juga
Blockchain dan Kripto Beri Kontribusi Signifikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Pembuat Web3 perlu beralih dari sekadar membuat produk digital dan fokus pada penngkatan pengalaman konsumen sehari-hari. Adopsi masal tidak akan terjadi kecuali pemangku kepentingan industri memiliki proyek, pengembang, dan investor yang secara kolektif terus mengoptimalkan utilitas secara praktis.
Kemampuan untuk menjadikan kripto sebagai alat pembayaran secara umum menjadikannya lebih bermakna dan berguna bagi industri ritel, menciptakan pemberdayaan akar rumput yang akan memberikan umpan balik yang positif.
Baca Juga
Pengawasan Beralih ke OJK Awal 2025, Kripto akan Setara Dengan Bank?
Dengan perluasan kripto sebagai alat pembayaran secara umum juga akan mendorong penggunannya secara luas. Pengguna juga lebih bersedia untuk mengadopsi kripto dan memotivasi rekan-rekan mereka melakukan hal yang sama.
Saat ini publik masih menanti kapan hal tersebut terealisasi. Semakin cepat maka akan penggunaan atau adopsi kripto secara meluas di masyarakat.
