Ripple dan Chipper Cash Bawa Pembayaran Kripto ke Afrika
JAKARTA, investortrust.id - Ripple telah bekerja sama dengan Chipper Cash untuk membuat pembayaran kripto lebih cepat dan lebih mudah diakses di seluruh Afrika. Chipper Cash, aplikasi pembayaran yang banyak digunakan dengan lebih dari lima juta pengguna di sembilan negara, mengintegrasikan Ripple Payments untuk memungkinkan transfer lintas batas yang cepat dan lancar kapan saja sepanjang hari.
Mengirim uang lintas batas Afrika diklaim selalu merepotkan. Bank menunda-nunda, mengenakan biaya besar, dan menjadikannya merepotkan. Ripple dan Chipper Cash bekerja sama untuk menyelesaikannya. Berkat pengaturan baru mereka, pengguna Chipper Cash kini dapat mengirim uang antarnegara dengan cepat tanpa penundaan dan biaya yang mahal.
Bagi Ripple, ini adalah langkah besar karena perusahaan ini terus berekspansi di Afrika. Perusahaan ini pertama kali memasuki wilayah tersebut pada tahun 2023 melalui Onafriq, dan kesepakatan terbaru ini membawa segalanya selangkah lebih maju. Reece Merrick, Direktur Pelaksana Ripple untuk Timur Tengah dan Afrika, menyebut kemitraan ini sebagai tonggak penting.
Baca Juga
Ripple dan MoonPay Beri Donasi Rp 814 Juta dalam Bentuk RLUSD ke Pemadam Kebakaran Los Angeles
Ia bahkan mengatakan Ripple telah menghabiskan lebih dari satu dekade mengerjakan solusi blockchain untuk pembayaran lintas batas, dan bekerja sama dengan Chipper Cash adalah langkah logis berikutnya.
Melansir The Crypto Times, Kamis (27/3/2025) sistem aset digital Ripple dirancang agar aman dan andal, sehingga memudahkan lembaga keuangan untuk membuat, mengelola, memperdagangkan, dan mentransfer aset. Dengan Ripple Payments, mereka beroperasi di lebih dari 90 pasar, memproses lebih dari US$ 70 miliar dalam transaksi dan memanfaatkan 90% pasar valuta asing harian dunia.
Baca Juga
Bos Ripple Sebut Capres AS yang Pro Kripto Bakal dapat Dukungan Finansial yang Signifikan
Di pihak Chipper Cash, tujuannya sederhana yakni membuat transaksi keuangan lebih mudah dan lebih mudah diakses. CEO dan salah satu pendiri Ham Serunjogi percaya pembayaran kripto dapat membantu bisnis dan individu memasuki pasar global tanpa hambatan. Transfer yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah merupakan inti dari kolaborasi ini, dan kedua perusahaan melihatnya sebagai pengubah permainan untuk pembayaran di Afrika.
Kesepakatan ini juga terjadi pada saat Ripple akhirnya mengatasi masalah hukumnya dengan SEC. Ripple baru saja menyelesaikan pertikaian hukumnya yang berlarut-larut dengan SEC, dengan denda sebesar US$ 125 juta. Sekarang setelah selesai, perusahaan tersebut berfokus untuk mengembangkan layanan pembayarannya secara global. Bergabung dengan Chipper Cash merupakan lompatan besar, yang bertujuan untuk menjadikan pembayaran berbasis kripto sebagai hal yang umum di Afrika.

