'Influencer' Gagal Kelola Dana Rp 71 Miliar, Ini Kata BEI
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa investor termasuk masyarakat secara umum harus meningkatkan pemahamannya tentang siapa saja pihak yang berhak memberikan rekomendasi investasi, hingga pihak-pihak yang diperkenankan mengelola dana investasi publik.
Hal ini disampaikan Jeffrey Hendrik menyusul viralnya seorang influencer yang diduga gagal mengelola dana investornya yang senilai Rp71 miliar.
“Publik sebaiknya selalu melakukan cek dan ricek ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), apakah pihak yang menawarkan produk investasi ini adalah pihak yang berizin, dan itu dicek di OJK,” kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
Investor Kripto Meningkat, Peran Influencers dan Potensi Pasar Jadi Faktor Pendorong
Ia juga menekankan masyarakat agar berhati-hati menitipkan dana atau jasa investasi dari pihak-pihak yang diragukan keabsahannya menggelar kegiatan tersebut. Masyarakat pun seharusnya waspada ketika seorang influencer berani memastikan atau menjamin bahwa investasi di saham pasti menguntungkan.
“Kalau yang basic-nya aja salah disampaikan, misalnya beli saham pasti untung, itu kan sesuatu yang salah sedangkan harus disampaikan kalau berinvestasi saham itu ada risikonya,” beber dia.
Dalam kesempatan yang sama, Hendrik juga menyampaikan bahwa BEI tak punya kewenangan untuk mengatur para influencer. Hanya saja BEI tak lantas tinggal diam, disampaikan Hendrik pihaknya terus mengajak para influencer untuk dikumpulkan dalam satu inkubator dan diberikan pendidikan soal pasar modal.
“Beberapa tahun terakhir itu, BEI dengan beberapa influencer yang bersedia dikumpulkan dalam wadah inkubator di sana penggiat media sosial atau influencer diberikan sekolah pasar modal,” kata dia.
“BEI juga secara rutin memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada publik, sepanjang 2023, sekitar 13 ribu kegiatan yang menjangkau lebih dari 5 juta orang dilakukan oleh BEI bersama dengan para stakeholders,” ucap Jeffrey. (CR-5)
