Inflasi April 0,25%, Penyumbang Utama Transportasi
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pusat Statistisk (BPS) mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) pada April 2024. Sedangkan indeks harga konsumen (IHK) meningkat dari 106,13 pada Maret 2024 menjadi 106,40 April 2024.
"Inflasi bulanan April 2024 lebih rendah, dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama pada tahun lalu," kata Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis (2/5/2024).
Baca Juga
Saham BNI (BBNI) Anjlok Usai Rilis Keuangan, Dua Analis Ini Ungkap Prospek Sesungguhnya
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada April 2024 adalah transportasi dengan inflasi sebesar 0,93% dan andil inflasi mencapai 0,12%. Diketahui penyumbang utama inflasi bulanan sektor transportasi adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,06%.
Tarif angkutan antarkota juga menjadi penyumbang inflasi sektor transportasi pada April 2024 dengan andil 0,03%. Ada juga tarif kereta api dengan andil inflasi 0,01%.
Data Tingkat Inflasi
Adapun komoditas lain yang memberikan andil inflasi pada April 2024 adalah bawang merah sebanyak 0,14%, emas perhiasan 0,08%, tomat 0,04% serta bawang putih 0,02%.
Berdasar wilayah sebanyak 34 dari 38 provinsi Indonesia mengalami inflasi bulanan, sedangkan lainnya menunjukan deflasi. Inflasi tertinggi pada April 2024 sebesar 1,20% terjadi di Provinsi Papua dan Papua Tengah. "Sementara deflasi terdalam terjadi di Sumatera Barat sebesar -0,30%," sebut Amalia.
Baca Juga
NIM Turun di Luar Dugaan, Target Keuangan dan Saham Bank Mandiri (BMRI) Dipangkas
Kemudian Amalia juga menjelaskan, inflasi April 2024 sebesar 0,25% (mtm) turut didorong oleh komponen inti dan komponen diatur pemerintah. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,29% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,18%.
"Komodtias yang dominan memberikan andil terhadap inflasi komponen inti adalah emas perhiasan, minyak goreng dan gula pasir," jelas Amalia.
Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,62% dengan andil mencapai 0,12%. Disampaikan Amalia, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen ini adalah tarif angkutan Udara, tarif angkutan antarkota, sigaret kretek mesin (SKM) dan tarif kereta api.
Baca Juga
Laba Bersih Tower Bersama (TBIG) Naik Jadi Rp 349,84 Miliar, Manajemen Ungkap Hal Ini
Komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,31% dengan andil inflasi 0,05%. "Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi komponen harga bergejolak adalah cabai merah, beras, telur ayam ras, dan cabai rawit," tutur Amalia.
Sementara secara tahunan, inflasi pada bulan April 2024 mencapai 3,00% (yoy). Penyumbang utama inflasi April 2024 secara tahunan adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1,98%.
"Komoditas penyumbang Utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, daging ayam ras, bawang merah, tomat. sigaret kretek mesin (SKM), bawang putih dan cabai merah," jelas Amalia.
