Indra Karya Garap Bisnis EBT dengan BUMN China
JAKARTA, investortrust.id- PT Indra Karya (Persero) menandatangani kesepakatan Non Disclosure Agreement perusahaan multinasional asal China dalam rangka kerjasama di bidang energi baru terbarukan (EBT). Perusahaan yang juga berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu adalah China Water Resources Beifang Investigation, Design and Research Co.Ltd (BIDR)
Kerjasama antara Indra Karya dengan BIDR sebenarnya sudah disepakati sejak Juli 2023. Kedua pihak sepakat menjalin Kerjasama dalam rangka optimalisasi bisnis dan sumber daya perusahaan, berkaitan dengan tenaga ahli, transfer pengetahuan, dan peluang proyek luar negeri.
Penandatangan kesepakatan dengan China Water Resources dan BIRD ikut disaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Djauhari Oratmangun.
Baca Juga
“Kami menindaklanjuti MoU kemarin dengan berbagi informasi lebih lanjut pada sektor Sumber Daya Air khususnya pengembangan energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Fotovoltaik (PLTS) Terapung, dan Pumped Storage HPP bersama pihak BIDR,” ujar Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/9).
Kesepakatan kerjasama ditandatangani Vice President Operation and Business Development PT Indra Karya (Persero) Gagah Guntur Aribowo dan General Manager of Overseas Business Division China Water Resources Beifang Investigation, serta Design and Research Co. Ltd (BIDR) Zhang Baorui.
Bersama BIRD, Indra Karya menginisiasi kerjasama proyek PLTA di Kalimantan Utara, potensi Pumped Storage Hydropower Plan dan pengembangan proyek EBT lainnya.
Gagah Guntur Ariwibowo mengatakan, pihaknya berharap kerja sama yang BIDR dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Terutama pada proyek pembangunan air bersih dan sanitasi. Proyek ini selaras dengan imbauan Menteri PUPR berbicara dalam The 3rd Global Water Security Seminar Implementation of SDG 6 Progress and Monitoring di Beijing, China.
Baca Juga
Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Meroket 150%, Dominan dari Proyek IKN
“Kerja sama bersama BIDR tak perlu diragukan, apalagi untuk pembangunan bendungan karena sepak terjangnya pada bendungan PLTA di China maupun luar China seperti Yellow River Wanjiazhai Water Control Project, Sanmenxia Water Control Project, dan Gelantan Water Hydropower Project,” ujarnya.
Pihak BIDR menyatakan antusias untuk turut serta dalam World Water Forum ke-10 Tahun 2024 di Bali mendatang, dengan berkolaborasi bersama Indra Karya. Pertemuan kedua perusahaan menjadi inisiasi kerja sama riset antarnegara Indonesia dan China melalui Kementerian PUPR dengan Kementerian Sumber Daya Air RRT yang dijembatani oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.
Baca Juga
Otorita IKN dan Bappenas Kembali Gelar Konsultasi Publik Perubahan UU IKN
