Indonesia Kuasai 40% Transaksi Ekonomi Digital ASEAN
JAKARTA, investortrust.id - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia menguasai 40% transaksi ekonomi di kawasan ASEAN. Pernyataan ini disampaikan dalam peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2030 di Astor Ballroom The St. Regis Jakarta, Rabu (06/12/2023).
Menurut Menko Perekonomian selain didukung populasi besar dengan proporsi 70% angkatan kerja, Indonesia memiliki pangsa pasar digital yang luas.
"(Sekitar) 40% transaksi ekonomi ASEAN berasal dari Indonesia," ungkap Airlangga.
Dalam pemaparannya, Airlangga menyebut saat ini perkembangan teknologi berada dalam kecepatan yang luar biasa. Pengembangan ekonomi digital menjadi katalisator dimana pada tahun lalu pertumbuhannya mencapai 7,6% hingga 8,7%.
Baca Juga
Luncurkan Buku Putih, Menko Airlangga: Indonesia Lepas Landas Tahun 2030
Selain itu, Airlangga mengklaim Indonesia tengah mendapatkan apresiasi internasional dikarenakan menginisiasi terwujudnya economy digital framework agreement.
"Buku Putih strategi nasional pengembangan ekonomi digital yang diluncurkan adalah agenda transformasi digital nasional sejalan dengan digital ekonomi framework agreement yang didorong Indonesia untuk menjadi satu-satunya ekosistem perjanjian perdagangan dunia yang ada hari ini di sektor digital," ucap Airlangga.
Ia juga menyebut tidak ada di belahan dunia manapun yang sudah memiliki ekosistem digital kecuali ASEAN. Menurut Airlangga, dengan adanya digital economy framework membuat ASEAN sudah menjadi leading dibanding kawasan lain.
"Kalau bussiness as usual, ASEAN sampai 2030 ekonominya itu US$1 triliun. Dengan digital economy framweork agreement itu akan menjadi US$2 triliun di ASEAN dan 40% nya Indonesia," tutur Airlangga.
Baca Juga
RI Masih Butuh 9 Juta Talenta Digital untuk Maksimalkan Potensi Ekonomi Digital
Dengan economy digital framework, Airlangga menyebut 40% transaksi ekonomi digital ASEAN atau setara US$800 miliar akan ada di Indonesia.
"Jadi ini peluang yang luar biasa. Maka tentu daya saing digital kita yang sekarang peringkat 51 ditingkat ke peringkat 20," ujar Airlangga menambahkan. (CR-1)
