IHSG Sesi I Melemah 0,5%, Semua Sektor yang Ada Kebakaran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (26/4/2024), ditutup melemah 39,30 poin (0,55%) menjadi 7.115,98. IHSG bergerak merah sepanjang sesi dengan nilai transaksi Rp 6,8 triliun dengan volume transaksi sebesar 9,8 miliar saham dan frekuensi perdagangan mencapai 597.477 kali.
Adapun pelemahan IHSG ini terjadi di semua sektor atau 11 sektor. Sektor siklikal anjlok paling dalam hingga 2,78%. Sektor kesehatan melemah 1,05%. Sektor keuangan turun 0,91%. Sektor perindustrian terpangkas 0,81%. Sektor barang konsumsi primer melemah 0,68%.
Sektor infrastruktur melemah tipis 0%. Sektor teknologi turun 0,46%. Sektor barang baku melemah 0,44%. Sektor energi melorot 0,52%. Sektor transportasi dan logistik terperosok 0,11%. Sektor properti dan real estat turun 0,05%.
Adapun saham dengan penguatan paling pesat melanda PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) naik 34 poin (31,78%) menjadi Rp 141, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menguat 15 poin (14,85%) menjadi Rp 116, dan PT Sentra Food Indonesia Tbk (VICO) naik 19 poin (14,84%) menjadi Rp 147 per lembar.
Baca Juga
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat (AS) terjerembab pada Kamis waktu AS atau Jumat (26/04/2024). Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 375,12 poin, atau 0,98%, menjadi 38.085,80, terbebani oleh penurunan tajam di Caterpillar dan IBM. S&P 500 turun 0,46% untuk menyelesaikan sesi pada 5.048,42, dan Nasdaq Composite kehilangan 0,64% menjadi 15.611,76.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar 19.23 poin (0,27%) menuju 7.155,29 pada perdagangan hari Kamis (25/4/2024). Dengan 208 saham menguat, 338 saham menurun, dan 235 saham tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan kemarin serta nilai transaksi mencapai Rp 14,7 triliun di all market.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 881,8 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 194,9 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 137,1 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 36,0 miliar.
