IHSG Melorot 0,39%, KTT ASEAN Belum Berimbas Positif ke Pasar Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia menorehkan catatan sejarah dunia, sukses menggelar tiga Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) dalam tempo kurang dari satu tahun.
Setelah KTT G20 di Bali pada November 2022, berlanjut di KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo pada Mei 2023. Kini Indonesia berhasil melaksanakan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta dengan baik.
Sukses KTT ke-43 ASEAN terlihat dari hadirnya pimpinan negara-negara yang tergabung di kawasan Asia Tenggara, kecuali Myanmar yang tidak mengirim delegasi karena masalah internal negaranya.
Di luar itu, sejumlah pemimpin dunia dari negara-negara mitra ASEAN juga hadir di Jakarta, yaitu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, PM China Li Qiang, kemudian pemimpin Korea Selatan (Korsel), Jepang, Kanada, Australia, India, hingga Rusia. Ada juga dari Bangladesh, bahkan Cook Island.
Baca Juga
BI Ungkap Penyebab Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$ 137,1 M
Selain pimpinan negara, lembaga-lembaga internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut datang ke ajang KTT ke-43 ASEAN. Wajar kalau sejak 5 September 2023 hingga berakhirnya KTT hari ini, Indonesia terus disorot dunia.
Ukuran sukses KTT ke-43 ASEAN tidak hanya dari kehadiran hampir semua pimpinan ASEAN dan sejumlah pimpinan negara adidaya, tapi juga dinilai dari banjirnya komitmen kongkret terkait investasi lahir di ajang ini.
Presiden Joko Widodo mengatakan, negara anggota ASEAN dan mitra ASEAN sepakat merealisasikan 93 proyek kerja sama dengan nilai US$ 38,2 miliar atau sekitar Rp 580 triliun. Di luar itu terdapat 73 proyek potensial yang dibahas dengan nilai US$ 17,8 miliar.
Namun, di tengah semaraknya pelaksanaan ASEAN, pasar saham seolah tidak terusik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak datar bahkan cenderung melemah.
Rabu kemarin (5/9/2023), saat pemimpin sedang serius membahas nasib dunia, pasar saham hanya mampu ditutup menguat tpis 0,06% atau 4,25 poin di level 6.995,95.
Baca Juga
Bertemu Sekjen PBB, Jokowi Tekankan Pentingnya Jaga Perdamaian Dunia
Hari ini, IHSG malah makin tidak bertenaga. Pada penutupan sesi 1, IHSG dipaksa turun −27,44 (0,39%) ke level 6.968,51.
Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, kabar atas berbagai kesepakatan yang dihasilkan di KTT ke-43 ASEAN, tenggelam oleh kekhawatiran pelaku pasar atas kondisi ketidakpastian global. Harga minyak terus meninkat, serta kemungkinan The Fed melanjutkan kebijakan hawkish, di tengah masih tingginya angka inflasi dan data ketenagakerjaan yang ketat di AS.
Apalagi menurut dia, KTT merupakan agenda dalam kalender dunia yang sudah ditentukan jauh hari. ‘’Kegiatan skala global ini dianggap bukan high market impact bagi pasar keuangan terutama saham. Kondisi serupa juga terjadi saat KTT G20’’ papar Nafan yang dihubungi Investortrust, Kamis (7/9/2023).
Dikatakan Nafan respons pasar akan berbeda saat muncul kabar terkait data-data baru ekonomi dan moneter. Misalnya kebijakan terbaru suku bunga acuan The Fed maupun Bank Indonesia. “Bahkan pidato Jerome Powell pun bisa menjadi high market impact di saham,’’ kata Nafan.
Meski jangka pendek belum cukup menjadi magnet bagi pasar saham, Nafan memandang kesepakatan realisasi proyek dengan nilai miliaran dolar di ajang KTT ke-43 ASEAN akan membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
‘’Saya optimistis aliran dana masuk dari proyek-proyek negara ASEAN dan mitra ASEAN sesuai kesepakatan KTT akan membuat ekonomi Indonesia makin stabil, dan terus bertumbuh. Kabar ini harusnya mendorong minat beli pelaku pasar saham yang condong berinvestasi jangka panjang,'' pungkasnya.
Baca Juga
