Harga CPO Diproyeksikan Melonjak, Cek Prospek Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) diproyeksikan masih melonjak dalam waktu dekat. Lonjakan harga CPO belakangan ini menyebabkan persediaannya di Bursa Malaysia melemah.
Indonesia dan Malaysia tercatat menyumbang 85% pasokan minyak kelapa sawit dunia, diikuti oleh Nigeria, Thailand, dan Kolombia. Dalam perdagangan di Bursa Malaysia, ukuran kontraknya adalah 25 ton metrik.
Melansir Trading Economics, Selasa (19/3/2024), harga CPO untuk pengiriman Mei MYR 4.201/ton atau turun 0,83%, dibandingkan posisi perdagangan pekan lalu 14 Maret 2024 yang menyentuh level tertinggi sebesar MYR 4.295/ton. Namun, dalam sebulan, harga CPO naik 8,81%.
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, permintaan dari India dan Cina naik. Hal ini mempengaruhi penguatan minyak CPO.
“Di mana pada saat mata uang ringgit mengalami kelemahan, ini kesempatan bagi investor melakukan transaksi di bursa Malaysia. Mereka melakukan pembelian sehingga wajar kalau penutupan di pasar hari ini yang kontrak bulan Juni 2024 mencapai MYR 4.236 per ton,” ujar Ibrahim saat dihubungi investortrust.id Selasa, (19/3/2024).
Baca Juga
Meski Volume Penjualan CPO Naik, Laba Lonsum (LSIP) Tetap Anjlok 26%
Lonjakan Fantastis
Menurut Ibrahim, lonjakan ini ini cukup fantastis dan di luar ekspetasi. Kemungkinan, harga CPO akan tembus MYR 4.500 pefr ton sampai akhir tahun 2024.
Lebih lanjut, Ibrahim juga menyampaikan informasi terkait wacana pemerintah yang akan mengganti bahan bakar minyak Pertalite dengan bahan bakar dari minyak CPO. “Ini harus dikaji, seandainya terjadi, maka produksi itu hanya untuk kebutuhan dalam negeri. Sedangkan di luar negeri sendiri kebutuhannya cukup besar, ini yang akan mengangkat, mengerek harga CPO di tahun 2024,” tandas dia.
Baca Juga
Pemerintah Naikkan Harga Referensi CPO Februari, Ini Rinciannya!
Adapun secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan emiten seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Berikut rekomendasi sahamnya:
1. AALI: trading buy, dengan support (S) Rp 6.775 dan resistance (R) Rp 6.950. Target price (TP) Rp 7.050-7.200.
2. LSIP: trading buy (S Rp 900, R Rp 930, TP Rp 980-1.015).
3. DSNG - buy on weakness (S Rp 620, R Rp 670, TP Rp 710-750).
