Harga Batu Bara Tren Turun, Begini Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Harga jual batu bara diperkirakan lanjutkan penurunan tahun ini hingga tahun depan. Penurunan tersebut dipengaruhi atas pelemahan permintaan bersamaan dengan penurunan harga jual gas.
CGS CIMB Sekuritas menyebutkan bahwa koreksi harga dipicu musim dingin yang tidak esktrem dan tingginya tingkat penyimpanan gas di Uni Eropa, produksi batu bara yang agresif di China, peralihan penggunaan dari batu bara ke gas di sebagian besar wilayah Uni Eropa.
Baca Juga
“Peralihan penggunaan batubara ke gas telah terjadi setelah harga patokan gas utama (Dutch TTF, Henry Hub) turun di bawah harga sebelum perang Rusia-Ukraina (sebelum Februari 2022). Dengan tiga faktor di atas yang masih mungkin terjadi dalam 3-6 bulan ke depan, menurut kami harga batu bara akan melanjutkan pelemahannya pasca lonjakan harga, karena perang,” terangnya.
CGS CIMB Sekuritas memperkirakan harga batu bara diperkirakan ke level US$ 100 per ton tahun ini dan diperkirakan turun menjadi US$ 75 per ton tahun 2025. Harga ini jauh lebih rendah dari realisasi harga rata-rata batu bara tahun lalu sebesar US$ 175 per ton.
Peluang penurunan harga batu bara, terang CGS CIMB Sekuritas, dipicu sejumlah faktor, seperti berkurangnya peningkatan permintaan musiman setelah musim dingin dengan perkiraan musim panas memasuki pada Maret dan April. Penurunan juga dipengaruhi kemungkinan perusahaan utilitas China menurunkan kontrak pembelian batubara.
Baca Juga
Target Kinerja Harum (HRUM) Dipangkas, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
“Peluang penurunan harga batu bara juga dipicu penurunan harga LNG di pasar Uni Eropa dan Asia. Faktor kunci yang diamati adalah rasio kas terhadap kapitalisasi pasar perusahaan – semakin tinggi semakin baik,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas menurunkan rating sektor batu bara dari neutral menjadi underweight, karena perkiraan penurunan harga batu bara lebih lanjut yang lebih buruk dari ekspetasi konsensus.
Baca Juga
Mirae Pangkas Target Harga Saratoga (SRTG), Ternyata Ada Kaitan dengan Kinerja TBIG dan ADRO
CGS CIMB Sekuritas merekomendasikan hold saham ADRO, ADMR, ITMG, dan PTBA. Target harga tersebut telah mempertimbangkan rasio kas terhadap kapitalisasi pasar yang tinggi, rasio pembayaran dividen yang tinggi,) rencana yang lebih jelas untuk melakukan diversifikasi dari bisnis batu bara, dan struktur biaya yang rendah.
