Ekspor Indonesia Diprediksi Masih akan Melemah di 2024, Ini Penyebabnya
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal menyebutkan, ekspor Indonesia pada 2024 ini menunjukan tren pelemahan. Menurutnya, kondisi ini masih akan mengikuti kondisi yang terjadi sejak semester II 20203 lalu.
Kendati demikian, Faisal menilai kalau pelemahan nilai ekspor Indonesia pada 2024 ini terjadi secara perlahan atau lambat. Kondisi tersebut akan berbeda jika dibandingkan 2022 dan 2023 yang penurunanya terjadi secara tajam.
"Menurut saya di 2024 trennya masih akan seperti itu, jadi terus melemah dengan secara pelan2," ucap Faisal kepada Investortrust.id, Selasa (2/1/2024).
Lantas apa saja faktor yang mempengaruhi terjadinya pelemahan ekspor tanah air tersebut? Faisal memperkirakan, hal itu dikarenakan kondisi supply dan demand di pasar internasional.
Baca Juga
Pasalnya, menurut Faisal, sisi permintaan akan mengalami penurunan yang diakibatkan pertumbuhan ekonomi pada 2 negara besar, yakni China dan Amerika Serikat yang diprediksi akan melambat pada 2024 ini.
Diketahui, China diprediksikan tumbuh kisaran 4% dari 5% pada 2023, kemudian Amerika Serikat diprediksikan tumbuh 1,5% dari sekitar 2% pada 2023 lalu.
"Kalau kita lihat dari pertumbuhan ekonomi ini akan mempengaruhi dari sisi demand terhadap barang-barang impor termasuk di antaranya komoditas dan barang manufaktur," ungkapnya.
"Nah ini juga akan mempengaruhi ke ekspor kita pada 2024, walaupun secara marginal ini kalau dari sisi harga tekanannya sudah tidak sekencang awal 2023, tapi dari sisi volume juga terpengaruh," tandas Faisal.
Baca Juga
Tren Ekspor Batubara Diprediksi Melemah Seiring Penerapan EBT
