ECB Pangkas Suku Bunga, The Fed Kapan?
JAKARTA, investortrust.id – Bank Sentral Eropa (ECB/European Central Bank) baru saja memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps (basis points). Keputusan ‘hawkish’ ini diambil, meskipun tekanan inflasi masih ada di 20 negara zona euro.
Baca Juga
Risalah Terbaru The Fed Indikasikan Bank Sentral Kurang Pede Turunkan Suku Bunga
Dengan begitu, suku bunga utama bank sentral menjadi 3,75%, turun dari rekor 4% yang diberlakukan sejak September 2023.
Mengacu pada prospek inflasi, dinamika inflasi yang mendasarinya, dan kekuatan transmisi kebijakan moneter, ECB manilai kini sudah waktunya untuk mengurangi tingkat pembatasan kebijakan moneter setelah sembilan bulan mempertahankan suku bunga acuan.
Dalam proyeksi makroekonomi terbaru, Dewan Pengurus ECB menaikkan perkiraan inflasi rata-rata tahunan untuk tahun 2024 menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,3%.
Perkiraan tahun 2025 dinaikkan menjadi 2,2% dari 2%. Proyeksi tahun 2026 tetap pada 1,9%.
Di Amerika Serikat (AS), investor tengah menantikan laporan nonfarm payrolls bulan Mei. Data ini penting untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga AS. Apakah Federal Reserve dapat melakukan pelonggaran atau tidak.Selama ini, Bank Sentral AS sangat ketat dalam mencerna setiap data, yang terkait dengan dalam upayanya melawan inflasi. Target inflasi yang ditetapkan The Fed sebesar 2%.
Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan Biro Statistik Tenaga Kerja akan melaporkan bahwa perekonomian AS menambah 190.000 pekerjaan pada bulan Mei, sedikit meningkat dari kenaikan 175.000 pada bulan April.
Selain itu, pasar akan mencermati angka upah, karena pendapatan rata-rata per jam diperkirakan menunjukkan kenaikan sebesar 0,3%, sedikit lebih tinggi pada bulan tersebut, sehingga kenaikan dalam 12 bulan sebesar 3,9%, atau laju yang sama seperti bulan sebelumnya. Ini memberi indikasi bahwa bank sentral masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Indikator ketenagakerjaan lainnya minggu ini menunjukkan perlambatan dalam pertumbuhan gaji swasta, karena ADP melaporkan pertumbuhan hanya sebesar 152.000, dan sedikit peningkatan dalam laju pengajuan awal tunjangan pengangguran.
“Laporan ketenagakerjaan bulan Mei kini sangat penting,” kata ekonom Citigroup Andrew Hollenhorst dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC. Angka yang lebih lemah akan menjadi bukti bahwa perlambatan terus berlanjut. Di sisi lain, penguatan yang tidak terduga akan memperkuat gagasan bahwa tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga. Dan, akan menaikkan imbal hasil Treasury lagi.
Citi memperkirakan laporan itu hanya akan menunjukkan 140,000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran mencapai 4% untuk pertama kalinya sejak Januari 2022.
Jika hal ini terjadi, dapat memberikan dorongan bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Pasar saat ini mematok penurunan suku bunga pertama akan dilakukan pada bulan September, dan satu lagi akan dilakukan pada bulan Desember.
Citi berada di bawah konsensus mengenai prospek lapangan kerja dan memiliki pandangan agak berbeda dengan Wall Street, dengan ekspektasi bahwa The Fed akan memulai pemotongan suku bunga pada bulan Juli dan terus melanjutkan hingga empat penurunan suku bunga.
Goldman Sachs memperkirakan kenaikan gaji di bawah konsensus sebesar 160,000 karena penyesuaian musiman menghambat pertumbuhan lapangan kerja. Namun,Golman Sachs juga mengantisipasi pembayaran tambahan setiap minggu dalam sebulan untuk mengimbangi beberapa distorsi musiman.
Mengenai upah, Goldman Sachs sebagian besar sepakat dengan mempertahankan kenaikan pada tingkat yang menurut pejabat Fed tidak konsisten dengan target inflasi 2%.
Laporan nonfarm payrolls yang dirilis Jumat ini menjadi masukan penting untuk The Fed.
Bank Sentral AS akan menggelar pertemuan FOMC (Free Open Market Committee) pekan depan. Diperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan, dan kemungkinan pemangkasan paling cepat dimulai September, Namun, pasar tetap menanti, apakah akan ada kejutan?
Baca Juga
Inflasi AS Maret Masih Tinggi, Pemangkasan Suku Bunga Fed Mungkin Tertunda Lagi
