Dividen BUMN Melonjak 102% Selama 2023
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dividen BUMN perbankan dan non-perbankan melonjak tajam hingga 102% sepanjang 2023 dibanding 2022. Dividen BUMN menjadi salah satu penopang penting Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Dividen BUMN perbankan dan nonperbankan mencapai Rp 82,1 triliun, naik 102% dari tahun sebelumnya,” kata Sri Mulyani saat menggelar Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Sri Mulyani mengatakan, PNBP 2023 mencapai Rp 605,9 triliun atau 117,5% dari target APBN 2023 revisi. Secara tahunan PNBP naik sebesar 1,7% dari PNPB 2022 yang mencapai Rp 595,6 triliun.
Sri Mulyani mengatakan target PNBP 2023 memang dibuat konservatif. Ini dipengaruhi jatuhnya harga komoditas sumber daya alam (SDA) semisal batu bara dan CPO.“Dan jatuhnya double digit,” kata dia.
Meski harga batu bara mengalami penurunan, SDA non-migas batu bara masih memberikan andil pemasukan. Ini karena diberlakukannya kenaikan tarif royalti batu bara melalui PP Nomor 26 Tahun 2022. Pendapatan SDA nonmigas membukukan angka Rp 138 triliun.
Baca Juga
Sementara itu, pendapatan SDA migas mencatatkan penerimaan sebesar Rp 116,8 triliun. Angka ini lebih rendah dari penerimaan tahun 2022 yang mencapai Rp 148,7 triliun, atau turun 21,5%, akibat penurunan lifting minyak.
Pendapatan yang rendah juga dialami Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU). Meski mencapai Rp 89,4 triliun, pendapatan ini lebih rendah 0,5% daripada tahun lalu. “Untuk BLU terutama karena CPO, BPDPKS ini harga kelapa sawit turun. Tapi BLU non-kelapa sawit dampaknya masih positif,” ucap dia.
PNPB Lainnya tercatat sebesar Rp 179,6 triliun. Angka ini turun dari catatan tahun 2022 yaitu Rp 196,3 triliun.
Baca Juga
Erick Thohir Bersyukur Menkeu Happy gara-gara Dividen BUMN, memangnya Naik Berapa?
