Data Inflasi AS Terkendali, Bitcoin Lompat ke Level US$ 66.000-an
Harga Bitcoin (BTC) berhasil naik secara drastis mencapai level US$ 66.000 didorong kenaikan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih ringan dari perkiraan atau bisa dikatakan terkendali. Data inflasi AS itu mampu membuat aset-aset kripto bergairah.
Mengutip Coinmarketcap, Kamis (16/5/2024) pukul 06.15 WIB, Bitcoin melonjak melewati US$ 66.173,58 untuk pertama kalinya sejak 24 April, dan baru-baru ini naik lebih dari 7,42% selama 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) juga berpindah tangan mendekati US$ 3.015,79 tetapi berkinerja lebih rendah dengan kenaikan 4,57% pada periode yang sama.
Solana (SOL) dan NEAR Protocol (NEAR) memimpin kenaikan di antara perusahaan-perusahaan kripto utama dengan lonjakan masing-masing sebesar 9,72% dan 14,23%. Di mana benchmark pasar yang lebih luas, CoinDesk 20 Index (CD20) naik sebesar 6%.
Sementara kapitalisasi pasar kripto naik kencang hingga 6,26% menjadi US$ 2,39 triliun.
Baca Juga
Bitcoin Coba Menanjak ke Level US$ 63.000 Jelang Rilis Data Ekonomi Minggu Ini
Reli terjadi karena angka Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada bulan April sedikit lebih rendah dari bulan Maret, ditambah dengan laporan penjualan ritel yang sedikit lesu. Data ini melegakan bagi investor yang khawatir bahwa percepatan inflasi dan ekonomi yang sedang memanas mungkin akan memaksa Federal Reserve untuk mundur dari sikap dovish-nya dan bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
“Investor menganggap ini sebagai peralihan rezim yang bullish, karena ini menandai penurunan pertama dalam inflasi CPI selama tiga bulan terakhir. Hal ini, bersamaan dengan Federal Reserve yang sebelumnya mengumumkan niatnya untuk mengurangi sisa neraca bank sentral, “dilihat sebagai gambaran yang menguntungkan untuk aset-aset berisiko,” kata analis Bitfinex dikutip dari Coindesk, Kamis (16/5/2024).
Apalagi menurut ekonom yang disurvei oleh Dow Jones, Indeks Harga Konsumen (CPI) yang menjadi tolak ukur inflasi favorit Federal Reserve naik 0,3% untuk bulan April, lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,4%. Secara tahunan, CPI meningkat 3,4%, sesuai dengan ekspektasi. Angka bulanan dan tahunan untuk core CPI, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatil, juga sesuai dengan perkiraan.
Baca Juga
Bank Besar AS Marak Investasi Bitcoin Lewat ETF, Siapa Saja?
Data ini memberikan sinyal positif bagi pasar, karena mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih lanjut. Berdasarkan data perdagangan futures Fed funds, kini terdapat kemungkinan sebesar 51,7% bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan September, naik dari peluang 44,9% sehari sebelumnya menurut CME FedWatch Tool.
Melihat pasar tradisional, ekuitas AS juga meningkat sepanjang hari, dengan indeks S&P 500 naik lebih dari 1% dan mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa, menggarisbawahi kembalinya selera risiko.
“Lonjakan Bitcoin juga menandai terobosan dari tren turun yang membatasi harga selama beberapa minggu terakhir,” kata analis Swissblock dalam Telegram.
Perusahaan analitik mengatakan, terobosan tersebut membuka jalan bagi BTC untuk mengumpulkan US$ 69,000 terlebih dahulu, kemudian berpotensi menuju level tertinggi baru sepanjang masa yang menargetkan tingkat harga US$ 84.000. Pada pergerakan selanjutnya, altcoin akan mengikuti dengan kuat, tambah laporan itu.
