Bitcoin Tembus US$ 43.000, Tertinggi Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) telah melesat menyentuh US$ 43.000 untuk pertama kalinya tahun ini. BTC kembali bergerak bullish dengan menguat 4,87% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 12,75% dalam sepekan.
Secara real time, pada laman coinmarketcap.com menunjukkan harga BTC pada 6 Desember 2023, telah menembus level US$ 43.820. Meski termasuk yang tertinggi sejak Mei 2022, level harga yang tercipta ini masih di bawah capaian 2021 yang pernah menyentuh US$ 66.900.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menyebutkan, pergerakan harga baru-baru ini mencerminkan tren positif yang konsisten. Rekor tertinggi harga BTC sejak Mei 2022 ini, menghilangkan kekhawatiran yang melanda pasar kripto, setelah runtuhnya FTX dan kegagalan bisnis kripto lain pada 2022.
“Analisis teknikal menunjukkan bahwa BTC saat ini berada di area jenuh beli (overbought) dalam indikator Stochastic pada time frame harian,” terang Panji secara tertulis, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga
Dia menjelaskan, kenaikan harga BTC dipicu momen antusiasme terhadap penurunan suku bunga AS dan antisipasi persetujuan exchange traded fund (ETF) Bitcoin di pasar saham AS.
Selain itu, pekan lalu Michael Saylor dari MicroStrategy, telah meningkatkan akumulasi Bitcoin hingga total kepemilikan 174,530 BTC. Hal ini memperkuat optimisme di pasar.
“Para komunitas kripto bersemangat menyambut lonjakan ini, yang juga membawa reli bagi keseluruhan aset kripto dalam beberapa pekan terakhir,” sambung Panji.
Baca Juga
Emiten Benny Tjokro (ARMY) Terancam Force Delisting, Saham Beku 4 Tahun
Sementara itu, Ethereum (ETH), sebagai kapitalisasi pasar kripto terbesar kedua, mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai US$ 2,274 dengan kenaikan 1,95% dalam 24 jam dan 10,36% dalam sepekan.
Tak hanya Bitcoin dan Ethereum, beberapa koin alternatif (altcoin) juga mengalami kenaikan menarik. Celestia, proyek modular blockchain ini naik 50% menjadi UUS$ 8,55. Selanjutnya, serta Conflux (CFX) naik 35,11%. Kemudian token meme Pepe (PEPE) token yang muncul dan viral tahun ini meningkat 27,7%.
“Meski ada lonjakan altcoin, sepertinya altcoin season mungkin akan terjadi antara tahun 2024-2025, karena berbagai peristiwa penting yang diantisipasi tahun depan,” prediksi Panji.
Dia menilai, pasar merasakan antisipasi terhadap peristiwa halving Bitcoin, yang secara historis telah menjadi pemicu kenaikan harga yang signifikan karena mengurangi laju penciptaan Bitcoin baru.
Harga Bitcoin telah naik lebih dari 140% sepanjang 2023, mendukung sentimen positif di pasar kripto untuk melanjutkan tren bullish hingga 2024 dan 2025. Mengingat, siklus pasar Bitcoin berdasarkan peristiwa Bitcoin halving yang akan terjadi sekira April 2024.
Optimisme tersebut Panji yakini meski securities and exchange commission (SEC) belum memberikan persetujuan langsung terhadap ETF Aset Kripto. “Semua ini menandakan potensi momentum bullish yang berkelanjutan, di mana peristiwa halving Bitcoin menjadi titik fokus bagi pasar kripto ke depan,” pungkasnya. (CR-10)
