BCA Senantiasa Cermati Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan senantiasa mencermati pergerakan nilai tukar rupiah serta fundamental ekonomi domestik maupun global. BCA menilai peran vital pemerintah dalam mengendalikan harga pangan juga membuat risiko inflasi sejauh ini masih terkendali.
"Sejalan dengan positifnya prospek perekonomian nasional, BCA berharap dapat menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun ini. Ditopang likuiditas yang memadai, BCA berkomitmen untuk mendukung perekonomian nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor," ungkap Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn dalam jawaban tertulisnya kepada investortrust.id, Rabu (24/4/2024).
BCA, kata Hera, juga senantiasa menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko.
Baca Juga
Dari sisi kinerja, BCA mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 17,1% (year on year/yoy) menjadi Rp 835,7 triliun per Maret 2024. Pertumbuhan di atas rata-rata industri ini ditopang oleh penyaluran kredit pruden ke berbagai sektor, termasuk sektor korporasi hingga konsumsi. Sementara itu, eksposur kredit BCA dalam foreign currency hanya sekitar 6% dari total kredit.
Terkait antisipasi risiko, pihaknya pun telah mempersiapkan berbagai langkah salah satunya yakni melakukan penetapan dan kontrol limit risiko pasar. Tak hanya itu, BCA juga konsisten melakukan stress test dalam mengukur risiko.
"Kami terus memantau transaksi valuta asing agar sesuai dengan ketentuan dan kebijakan internal Bank maupun Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)," jelas Hera.
Baca Juga
Ekonomi Dunia Tidak Pasti, Presdir BCA Life Sarankan ‘Wealth Manager’ Lakukan Ini
Sementara itu, terkait dengan suku bunga ke depan, Hera bersama pihaknya pun melihat kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) akan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti dinamika perekonomian global, inflasi yang terkendali, dinamika nilai tukar rupiah, hingga kebijakan suku bunga The Fed.
"Pada prinsipnya, BCA konsisten mendukung segala kebijakan pemerintah pada berbagai sektor yang sesuai dengan kaidah perbankan, dan juga sebagai intermediasi keuangan untuk mendukung kedaulatan perekonomian nasional," tutup Hera.
