Bank DBS Raup Lompatan Laba 87,83%, Manajemen Ungkap Fakta Ini
JAKARTA, investortrust.id - Bank DBS Indonesia berhasil meraup lompatan laba bersih sebanyak 87,33% dari Rp 899,65 miliar pada 2022 menjadi Rp 1,69 triliun tahun 2023. Lonjakan tersebut ditopang kenaikan kredit bersamaan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK).
Laporan keuangan publikasi menyebutkan bahwa kredit Bank DBS bertumbuh 15% menjadi Rp 63,42 triliun pada 2023, dibanding 2022 senilai Rp 55,15 triliun. Perseroan juga mencetak kenaikan DPK sebanyak 16,64% dari Rp 72,25 triliun di 2022 menjadi Rp 84,27 tahun lalu.
Baca Juga
Indodana Gandeng Bank DBS Salurkan Kredit bagi Masyarakat Underbanked
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, tahun 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perseroan dipicu faktor geo politik, masa pra-pemilu, dan sejumlah kebijakan finansial yang mempengaruhi perekonomian di dalam negeri.
”Namun demikian, Bank DBS berhasil meningkatkan efisiensi perusahaan dan volume bisnis secara keseluruhan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (27/3/2024).
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, DBS juga mencatatkan kenaikan return on equity (ROE) sebanyak 15,94%, return on assets (ROA) tumbuh 2,06%. Peningkatan tersebut mencerminkan kinerja keuangan yang kuat, serta manajemen aset dan modal yang efisien.
Baca Juga
Dari sisi pendapatan bunga bersih juga meningkat 21,74% menjadi Rp 5,06 triliun, sejalan dengan peningkatan net interest margin (NIM) menjadi 6,02% di 2023 dari tahun sebelumnya 5,23%.
”Peningkatan margin bunga bersih ini merupakan hasil dari upaya bank dalam menerapkan kebijakan strategisnya dalam manajemen likuiditas yang berhati-hati di tengah kondisi pasar yang berubah,” kata Lim.
Baca Juga
PNM Terima Rp 1 Triliun dari DBS Indonesia untuk Kembangkan Mekaar
Selain itu, dia menjelaskan, pendapatan operasional lainnya juga meningkat 54,79% di tahun lalu menjadi Rp 1,76 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari aktivitas investasi efek dan obligasi pemerintah yang meningkat menjadi Rp 1 triliun di tahn lalu, dari Rp 278,55 miliar pada 2022.
“Total aset bank melonjak menjadi Rp 112,97 triliun, menandai peningkatan yang signifikan sebesar 13,79% dari Rp 99,28 triliun yang tercatat pada 2022,” jelas Lim.
