Bahlil Yakin Investasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terus Naik
JAKARTA, investortrust.id -- Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meyakini investasi untuk ekosistem kendaraan listrik bagi Indonesia dan Asean pada 2023 akan terus menanjak dan melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya.
“Tumbuh lagi (2023). Pertumbuhannya semakin hari semakin naik. Di kawasan Asean pertumbuhannya 570 persen pada 2022 untuk investasi EV (electric vehicle),” kata Bahlil setelah ASEAN Investment Area (AIA) dalam rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) ke-55 di Semarang, Sabtu (19/8/2023).
Bahlil mengatakan keyakinan tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan dunia terhadap kendaraan listrik. Sejalan dengan itu, mayoritas sumber daya pendukung ekosistem kendaraan listrik dimiliki oleh Indonesia dan negara-negara Asean. Selain itu, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terbesar nomor dua berada di Asia Tenggara.
“Saya yakin, optimistis dong, masa pengusaha pesimistis,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, pertumbuhan investasi ekosistem kendaraan listrik di Asean meningkat 570% (yearonyear/yoy) di 2022, sedangkan untuk investasi hijau di bidang energi baru terbarukan di 2022 tumbuh lebih dari 200% secara tahunan (yoy).
Bahlil menjelaskan sejumlah negara Asean sedang gencar untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Di Indonesia, pemerintah tengah mendorong pembangunan pabrik baterai dan motor listrik.
Sedangkan di Vietnam, menurut Bahlil, ekosistem kendaraan listrik sedang berkembang, sementara Filipina sudah membuat undang-undang untuk ekosistem kendaraan listrik.
“Thailand juga berkembang, Malaysia juga berkembang, hampir semua negara di Asean sedang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,” kata dia.
Dalam pertemuan Dewan AIA yang merupakan bagian AEM ke-55, Sabtu (19/08/2023), menteri ekonomi Asean sepakat untuk melakukan formulasi guna membangun ekosistem energi baru terbarukan dan menurunkan emisi, salah satunya dengan mengedepankan ekosistem kendaraan listrik.
“Ini menjadi satu bagian terpenting karena Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, hampir semua negara itu sedang mengembangkan ekosistem EV dan ini adalah bagian terpenting yang kita putuskan,” kata Bahlil.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan Menteri Ekonomi Asean menggelar pertemuan dengan Dewan Bisnis Asean (A-BAC) untuk menyepakati sejumlah upaya strategis, diantaranya menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik dan pembayaran kode respons cepat (QR).
“Targetnya adalah para Menteri Asean dan Asean-BAC sepakat untuk meningkatkan perdagangan dan investasi intra-Asean, ekosistem kendaraan listrik, mobilisasi pasar karbon, dan sistem pembayaran kawasan melalui kode respons cepat (quick response/QR),” kata Zulhas, sapaan akrab Mendag RI dalam Pertemuan Konsultasi Para Menteri Ekonomi Asean (AEM) dengan Dewan Penasihat Bisnis Asean (Asean Business Advisory Council/Asean-BAC) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/8/2023).
Selain peningkatan empat langkah strategis ekonomi tersebut, kata Zulhas, Menteri Asean dan Asean-BAC juga telah membahas lima isu prioritas Asean-BAC yakni transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, dan fasilitasi perdagangan dan investasi.(Antara)
