Aset Investasi Digital Diguyur Dana Rp5,2 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Produk investasi aset digital tengah diguyur aliran dana masuk selama satu pekan terakhir menyusul meningkatnya kepercayaan dan optimisme para investor terkait prospek bakal disetujuinya Spot Bitcoin ETF. Di antara altcoin yang tersedia di pasar, Solanamendominasi pergerakan grafik peningkatan. Menurut laporan terbaru CoinShares soal Aliran Dana Investasi Aset Digital, produk investasi aset digital menerima total aliran dana sebesar US$326 juta atau setara dengan Rp5,2 triliun, dan mencatatkan aliran terbesar dalam satu pekan sejak Juli 2022.
Para pengelola dana menduga optimisme yang meningkat dari para investor terkait kemungkinan US Securities and Exchange Commission akan menyetujui diluncurkannya ETF Bitcoin berbasis spot di Amerika Serikat.
Baca Juga
Aliran dana didominasi arus masuk ke Bitcoin, mencapai 90% dengan total dana sebesar US$296 juta atau setara dengan Rp4,68 triliun. Selain itu, lonjakan harga baru-baru ini menyebabkan aliran dana sebesar US$15 juta masuk ke produk investasi Bitcoin jangka pendek. Sementara itu Ethereumjustru mengalami aliran dana keluar sebesar US$6 juta karena negatifnya sentimen investor.
Di antara altcoin, Solana memimpin dengan aliran dana masuk sebesar US$24 juta setara dengan Rp379,2 miliar. CryptoPotato sebelumnya melaporkan bahwa produk berbasis Solana mencuat di antara pesaingnya dan mencatatkan peningkatan AUM paling signifikan selama periode tersebut, naik lebih dari 74% menjadi US$140 juta pada bulan Oktober.
Dari sisi kawasan, hanya 12% dari total aliran dana, sebesar US$38 juta, berasal dari Amerika Serikat. Aliran dana terbesar berasal dari Kanada, Jerman, dan Swiss, dengan investasi masing-masing sebesar US$134 juta, US$82 juta, dan US$50 juta.
Baca Juga
Bitcoin Bangkit, Harganya Melejit Tembus US$ 35 Ribu per Keping
Perlu dicatat, Asia mengalami aliran dana mingguan tertingginya sebesar US$28 juta, sehingga total aset kelolaan digital (AUM) di wilayah tersebut mencapai US$37,8 miliar, level tertinggi sejak Mei 2022.
"Di bulan (Oktober) ini, aliran dana hampir mencapai setengah miliar dolar. Meskipun berita baik untuk Bitcoin, aliran dana mingguan ini hanya berada di peringkat ke-21 sepanjang sejarah, menunjukkan keterbatasan yang masih terjadi kalangan investor. Kami percaya bahwa ETF Bitcoin berbasis spot kemungkinan besar akan diizinkan dalam beberapa bulan mendatang, dan akan menjadi langkah signifikan bagi industri aset digital dari segi regulasi,” demikian CryptoPotato dalam paparannya yang dikutip cryptopotato.com, Rabu (1/11/2023).
Pada awal pekan ini James Butterfill, Kepala Riset Coinshares mempertegas adanya kekuatan yang ditunjukkan oleh pasar dalam beberapa pekan terakhir. Butterfill mengatakan bahwa lonjakan Bitcoin hingga mencapai US$40,000 akan menandai pergeseran transformatif dalam "persepsi regulasi" soal aset kripto, yang akan membuka jalan bagi penerimaan Bitcoin sebagai kelas aset yang mapan seperti halnya Emas.
Baca Juga
Dengan momentum saat ini, Butterfill percaya bahwa peningkatan nilai aset digital dapat dicapai dalam satu pekan ini. Namun ditekankannya, penting untuk memahami prediksi tersebut dengan hati-hati, mengingat setiap kendala dalam jadwal proyeksi awal tahun 2024 untuk ETF berbasis spot bisa saja membalikkan tren harga, dan berpotensi mendorong Bitcoin kembali ke kisaran US$20.000 per keping.
Dikatakan pula, jika Bitcoin dapat mempertahankan level US$40,000lebih lama, maka bisa diartikan dimulainya awal fase bullish baru bagi pasar kriptokurensi. Perubahan ini akan mencerminkan perubahan signifikan dalam narasi media seputar Bitcoin dan ekosistem kripto secara lebih luas.
