Anak Usaha Metals Utama Digugat Pailit
JAKARTA, investortrust.id - Anak usaha PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), PT Handal Aluminium Sukses (HAS), digugat pailit oleh pemilik Toko Sumber Makmur Sejahtera, Erwin Sendjaja.
Menurut Corporate Secretary HK Metals Utama, Jodi Pujiyono, informasi mengenai permohonan pailit kepada HAS terungkap setelah entitas anak perseroan menerima rilis panggilan bernomor 32/PDT.SUSPailit/2023/PN.Niaga.Jkt.PST oleh pemohon pailit, Erwin Sendjaja pada 11 September 2023.
“Pemohon pailit merupakan pemilik Toko Sumber Makmur Sejahtera yang menjual beberapa jenis produk material. HAS telah memesan dan membeli beberapa barang dari Toko Sumber Makmur Sejahtera,” ujar Jodi Pujiyono dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (13/09/2023).
Secara garis besar, kata dia, poin gugatan kepada emiten logam itu antara lain penggugat pailit meminta pembayaran sebesar Rp 448,3 juta kepada anak perseroan atas kewajiban pembayaran terutang dan meminta pembayaran Rp 482,10 juta atas utang kreditur lain inkaso PT Jotun Indonesia.
Dia menambahkan, perseroan akan bersikap kooperatif dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku dengan didampingi kuasa hukum.
“Tentunya ini akan berdampak kepada anak usaha perseroan, khususnya dari kondisi keuangan sejak berhenti beroperasi pada awal 2023. Kami tetap mengupayakan permohonan pailit yang disampaikan pemohon agar ditolak atau dibatalkan sehingga dapat diselesaikan melalui jalur di luar pengadilan,” papar dia.
HKMU saat ini mendapat notasi khusus D,L,Y, dan X dari BEI. Notasi D disematkan otoritas bursa karena adanya opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik dan notasil karena tercatat sebagai emiten terakhir yang menyampaikan laporan keuangan 2022 tahunan.
Adapun notasi Y diberikan karena belum menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sampai enam bulan setelah tahun buku berakhir. Sedangkan notasi X dibubuhkan BEI karena masuk papan pemantauan khusus. Emiten yang listing pada 9 Oktober 2018 itu pada kuartal II-2023 merugiRp 204,6 miliar.
