Ada Konflik Lain di Luar Iran-Israel yang Harus Diwaspadai, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - Konflik Iran dan Israel menjadi sumber ketakutan dunia saat ini. Namun, di luar itu, ada konflik lain yang harus diwaspadai karena bisa membahayakan ekonomi Indonesia, yaitu potensi invasi China ke Taiwan.
“Ada potensi China menginvasi Taiwan,” kata Associate Researcher Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Asmiati Malik dalam diskusi yang digelar Indef secara daring, Sabtu (20/4/2024).
Baca Juga
Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan, Beijing Ingatkan Prinsip “Satu China”
Asmiati mengatakan, di balik ancaman itu terdapat proxy war kekuatan militer dunia. Taiwan mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Jepang, sementara China didukung Rusia. “Dan kita akan mendapat spillover yang besar,” kata dia.
Menurut Asmiati Malik, dampak signifikan yang akan terasa jika invasi itu terjadi adalah meroketnya harga energi karena konflik itu terjadi di wilayah produsen minyak mentah dunia.
“Jika perang ini terjadi, impact-nya yaitu peningkatan harga energi. Kemudian meningkatnya biaya logistik,” ujar dia.
Invasi China ke Taiwan, kata Asmiati, bisa membuat aliansi AS di Timur Tengah, seperti Mesir, Israel, dan Arab Saudi akan terpancing. Di wilayah itu, China dan Rusia juga memiliki aliansi, di antaranya Turkiye, Iran, dan Yaman.
Baca Juga
“Meskipun dukungan Yaman dipertanyakan, ada Houthi yang menjadi bagian dari China,” tutur dia.
Asmiati menjelaskan, kemungkinan naiknya harga energi juga dapat dilihat dari kenaikan biaya logistik yang dialami China. Minyak yang dibeli China dari Timur Tengah akan mengambil rute perjalanan lebih jauh akibat blokade jalur Samudera Hindia oleh India, mitra dagang serta sekutu AS dan Inggris.
“Perairan Indo Pasifik (jalur yang dilalui kapal tanker China) itu memegang 50% perdagangan maritim global,” kata dia.
Asmiati Malik menambahkan, jika halangan terjadi, China akan memutar rute jalur pengiriman kapal ke arah Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Data Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan, rute ini mulai terlihat diambil China dan beberapa negara lain sejak Januari 2024.
Sejak itu pula, kapal logistik banyak yang menghindari rute Terusan Suez karena ada pasukan Houthi yang mengadang di Teluk Aden. “Itu yang harus diantisipasi, jika terjadi implikasinya ke biaya logistik barang dan jasa,” tandas dia.
Dampak ke Ekspor Indonesia
Asmiati Malik mengatakan, imbas invasi China ke Taiwan akan berdampak pada ekspor Indonesia ke China. Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu mitra dagang dan investor utama Indonesia. “Spillover pasti ada,” ucap dia.
Baca Juga
Dampak yang paling terlihat, menurut Asmiati, yaitu potensi perdagangan komoditas. Jika perang berlangsung, China akan mengalihkan fokus perdagangan untuk membeli senjata. “Sedangkan kita jual bahan baku industri,” ujar dia.
Dia mengemukakan, tanpa kerja sama dagang dengan China, nilai ekspor Indonesia akan tergerus secara signifikan. Indonesia bahkan bisa kehilangan sebagian prosentase ekspor ke China.
“Kalau 22-25% saja perekonomian kita itu hilang, I think it’s going very bad,” tegas dia.
