Soal Isu Merger Nasdem dan Gerindra, Willy Aditya: Salah Kaprah
JAKARTA, investortrust.id - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menepis isu yang menyebut partainya akan melakukan merger atau penggabungan dengan Partai Gerindra. Willy menegaskan narasi merger adalah istilah yang keliru dan tidak tepat dalam literatur politik Indonesia pasca-reformasi.
Willy menilai pihak-pihak yang menggulirkan isu merger tersebut kurang memahami sejarah dan referensi politik. Menurutnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tidak pernah berpikir untuk melakukan unifikasi atau fusi partai seperti di era Orde Baru, melainkan sedang menawarkan gagasan besar berupa blok politik (political block).
"Merger itu istilah perusahaan. Kita punya political organization, kita punya business organization, it's so different," kata Willy di Jakarta, Senin (14/4/2026).
Baca Juga
Muzani Ungkap Arah Perjuangan Gerindra dan Capaian Pemerintahan Prabowo
Ketua Komisi XIII DPR RI itu menjelaskan gagasan Surya Paloh merupakan sebuah rekayasa politik atau political engineering agar perjuangan kebijakan di pemerintahan menjadi satu tarikan napas dan tidak bersifat transaksional. Ia menekankan dalam sistem presidensial, kerja sama antarpartai seharusnya lebih solid daripada sekadar koalisi taktis.
"Kita membutuhkan political block yang solid dari atas sampai bawah. Pemahamannya jangan merger dong," ucapnya.
Baca Juga
Tegaskan Dukung Pemerintah, Surya Paloh: Keberhasilan Prabowo-Gibran Jadi Keberhasilan Nasdem
Willy mencontohkan sejarah politik Indonesia seperti Front Nasional di era Bung Karno atau Sekber Golkar sebagai bentuk blok politik yang pernah ada. di mana kerja sama dilakukan tanpa menegasikan eksistensi masing-masing organisasi. Selain itu, terkait pertemuan intensif antara Surya Paloh dan Presiden Prabowo Subianto, Willy menyebut bahwa keduanya merupakan dua sahabat yang setara yang saling berdiskusi.
Ia menyayangkan adanya narasi negatif yang justru membayangkan konflik daripada kerja sama produktif demi kepentingan negara. (Febrianto Adi Saputro)

