Raker Selama 4 Jam, Ini Intisari Taklimat Prabowo ke Seluruh Kabinet hingga Bos BUMN
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat atau pengarahan kepada seluruh menteri, wakil menteri, kepala dan wakil kepala lembaga serta jajaran eselon I kementerian/ lembaga dan direktur utama BUMN dalam rapat kerja (raker) pemerintah, Rabu (8/4/2026. Rapat yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan itu berlangsung selama sekitar empat jam dari sekitar pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menyampaikan arahan terkait kebijakan pemerintah serta menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran selama 1,5 tahun ini.
"Selama kurang lebih empat jam Bapak Presiden memimpin rapat kerja pemerintah yang kali ini dari unsur eksekutif lengkap sampai level eselon 1. Beliau memberikan pengarahan, memberikan guidance, sekaligus juga mengucapkan terima kasih karena selama 1,5 tahun ini telah banyak program-program pemerintah yang telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup signifikan," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
Prabowo Targetkan Seluruh Indonesia Bebas Bau Sampah dalam 3 Tahun
Menteri Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan, dalam raker tersebut, Presiden Prabowo mendorong seluruh anggota kabinet, pejabat eselon dan para direktur BUMN untuk lebih produkti, efisien, dan mengurangi kebocoran.
"Beliau memaparkan bahwa kita harus bersama-sama bekerja lebih giat lagi, lebih cepat lagi, lebih produktif lagi, lebih efisien lagi, kurangi kebocoran dan seterusnya," katanya.
Selain itu, Pras mengatakan, Kepala Negara juga menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam Indonesia aman dalam menghadapi masa kritis selama 12 bulan imbas gejolak geopolitik. Di sisi lain, pemerintah terus melakukan transisi menuju energi baru terbarukan.
"Yang dimaksud beliau (Presiden Prabowo) soal cadangan 1 tahun adalah bagaimana kita menjamin suplai bahan bakar kita sampai di akhir tahun atau dalam 1 tahun ke depan itu aman dulu dari sisi suplai. Sambil secara paralel, kita berharap bisa kita percepat untuk memastikan bahwa kita mulai harus berpindah ketergantungan kita dari energi berbahan baku fosil menuju energi baru terbarukan," kata Pras
Berikut intisari Taklimat Prabowo kepada Jajaran Kabinet Merah Putih hingga Dirut BUMN:
1. Konsolidasi Total Pemerintahan
Presiden mengumpulkan seluruh jajaran mulai dari menteri, wakil menteri, kepala dan wakil kepala lembaga hingga eselon I kementerian/ lembaga dan dirut BUMN untuk menegaskan pemerintah harus bekerja sebagai satu kesatuan komando. Tidak ada lagi ego sektoral antarkementerian/lembaga. Dengan demikian, berbagai potensi yang dimiliki Indonesia dapat dioptimalkan untuk kepentingan bangsa dan rakyat.
"Saudara-saudara intinya adalah kita sangat banyak potensi, tetapi ini juga yang saya katakan sekarang harus lebih keras, teliti. Maka dari itu saya kumpulkan supaya kita satu bahasa, satu rencana kerja. Tidak boleh ada pemikiran sektoral. Tidak boleh ada satu departemen kementerian memikirkan institusi sendiri. Kita harus kerja sama. Makanya kita semua mengarah pada seamless suatu pemerintahan yang bekerja dengan cepat, dengan integralistik, dengan lancar, tidak dengan saling mempertahankan pemikiran-pemikiran sektoral," kata Prabowo dalam taklimatnya.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Negara Harus Berdiri di Atas Hukum dan Konsensus Bangsa
2. Arahan Langsung ke Level Eksekutor
Taklimat tidak hanya ditujukan ke menteri, tetapi juga ke pejabat teknis (eselon I) dan dirut BUMN. Hal ini memberikan pesan implementasi kebijakan harus cepat, solid, dan seragam hingga level pelaksana.
3. Fokus pada Isu Strategis Nasional
Presiden menekankan pengarahan terkait kebijakan penyelenggaraan negara, sinkronisasi program pemerintah, dan prioritas pembangunan nasional. Hal ini menandakan fase penajaman eksekusi kebijakan, bukan lagi perumusan.
4. Respons terhadap Gejolak Global
Taklimat Prabowo menyoroti kondisi dunia yang tidak stabil karena konflik geopolitik global, khususnya di Timur Tengah dan dampak ekonomi global terhadap Indonesia. Untuk itu, pemerintah diminta siap menghadapi tekanan eksternal yang bisa memengaruhi energi, pangan, dan stabilitas ekonomi.
Baca Juga
Prabowo Sebut Krisis Dunia Jadi Peluang RI Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
5. Peluang mengembangkan energi terbarukan
Dalam taklimatnya, Prabowo menegaskan, krisis yang tengah melanda dunia menjadi peluang bagi Indoesia untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. Prabowo membeberkan, Indonesia memiliki banyak potensi yang bisa dioptimalkan mulai dari hilirisasi batu bara menjadi energi baru. Tak hanya itu, bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung juga dapat dioptimalkan sebagai alternatif pengganti solar dan bensin. Langkah ini bertujuan mengurangi impor BBM dengan memanfaatkan kekayaan alam dalam negeri.
"Kita sudah punya rencana, kita punya strategi hitam di atas putih, tetapi krisis dunia ini bagi saya adalah peluang. Ini mempercepat kita. Ini bikin kita fokus, 'oh berarti strategia kita sudah benar', tetapi ktia harus mempercepat bahwa energi kita harus terbarukan, energi kita harus dari Indonesia sendiri dan sekali lagi kita bersyukur kehadirat Allah Swt. Saudara-saudara, saya punya data sumber-sumber baru dua tiga hari cadangan-cadangan kita sangat besar. Bahkan batu bara kita banyak sekali. Dari batu bara kita bisa hasilkan solar, bensin, dari batu bara. Dari singkong, dari jagung," katanya.
6. Kesiapsiagaan Nasional
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia harus mengantisipasi dampak krisis global, memanfaatkan kekuatan domestik, dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini. Kepala Negara menekankan, Indonesia telah siap dan optimis menghadapi krisis yang diprediksi akan berlagsung selama 12 tahun. Namun, Prabowo menekankan seluruh jajaran untuk tetap waspada.
"Kita tidak boleh jadi bangsa yang terlalu santai. Mari kita koreksi diri kita. Bangsa kita terlalu banyak diberikan Yang Maha Kuasa. Maka kita ini, 'kumaha engke, bukan engke kumaha'. Tenang saja, Pak Bahlil bilang aman jadi tenang. Aman bukan berati kita santai-santai. Kita bekerja kita waspada. Krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang. Krisis, kesulitan, tantangan, hambatan, rintangan adalah peluang. Membuat kita harus bekerja lebih baik, harus bekerja lebih efisisen. Tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi," tegas Prabowo.
Dengan demikian, inti dari taklimat Prabowo adalah konsolidasi nasional menghadapi ketidakpastian global, dengan penekanan pada soliditas birokrasi dan percepatan eksekusi kebijakan.

