Prabowo Tekankan Pentingnya Kemandirian Pangan, Energi, dan Air di 1,5 Tahun Kepemimpinan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi ekonomi dan stabilitas yang aman di tengah gejolak global. Memasuki masa satu setengah tahun kepemimpinannya, Prabowo memberikan penekanan khusus pada kemandirian tiga sektor vital, yakni pangan, energi, dan air.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam arahannya pada Rapat Kerja Eksekutif yang dihadiri oleh para Menteri, Kepala Badan, pejabat eselon I, serta jajaran Direktur Utama BUMN di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan kembali bahwa isu pangan, energi, dan air (food, energy, and water) bukanlah hal baru baginya. Ia menyebut ketiga hal ini sebagai dasar keselamatan bangsa yang sudah ia tuangkan dalam buku-bukunya selama beberapa dasawarsa terakhir.
"Sejak awal, bahkan belasan tahun lalu, saya sudah katakan bahwa masalah dasar bagi negara adalah tiga hal itu. Alhamdulillah, sekarang kita buktikan bahwa kita mampu menavigasi bangsa melalui hal-hal yang berbahaya," ujar Prabowo.
Ia menambahkan bahwa visi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) yang dicanangkan PBB, yang meramalkan krisis dunia akan berpusat pada ketiga komoditas tersebut.
Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi dunia, Pranowo mengklaim bahwa posisi Indonesia jauh lebih tangguh dibandingkan banyak negara lain. Berdasarkan laporan dan data yang diterima dari para menteri, Prabowo memastikan kondisi dalam negeri tetap terkendali.
Baca Juga
Prabowo Umumkan Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 juta saat Harga Avtur Naik
"Kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya," tegasnya yang disambut tepuk tangan dari para peserta rapat.
Terkait sumber daya air, Prabowo memberikan perbandingan menarik. Ia menyebut curah hujan di Bogor dalam satu hari setara dengan curah hujan di Australia Barat selama satu tahun. Menurutnya, masalah air di Indonesia bukanlah kelangkaan, melainkan kemampuan untuk menjaga dan mengelolanya agar tidak terjadi kekeringan akibat kerusakan hutan.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengingatkan jajarannya untuk tetap berpegang pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Ini adalah mandat kita sebagai mandataris rakyat. Kita sudah melewati satu tahun enam bulan pelaksanaan tugas sejak Oktober 2024. Kita telah membuktikan bahwa pemerintah ini efektif, handal, dan dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar," terangnya.
Menutup arahannya, Prabowo meminta seluruh jajaran eksekutif untuk tetap fokus bekerja dan tidak terganggu oleh dinamika politik maupun upaya-upaya yang ingin memecah belah konsensus nasional.

