99% Pengungsi Bencana Sumatra Tak Lagi Tinggal di Tenda Pengungsian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengungkapkan, sebanyak 99% pengungsi bencana di Sumatra tidak lagi menempati tenda pengungsian. Para pengungsi kini telah tinggal di hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah.
Mendagri mengungkapkan, jumlah pengungsi yang telah pindah ke huntara dihitung berdasarkan data terbaru dibandingkan dengan akhir 2025.
"Bagaimana kita menghitungnya? Ya, hitung saja 171 orang saat ini dibagi 2,1 juta per data 2 Desember saat masih mengungsi. Itu kurang lebih 0,0008%, sehingga bisa dikatakan 99,96% sudah tidak ada lagi di tenda," kata Tito dalam keterangan, Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tidak pernah menyampaikan bahwa 100% warga telah meninggalkan tenda pengungsian dan pindah ke huntara. Sebab, masih ada di bawah 1% yang bertahan karena beberapa faktor.
Baca Juga
"Makanya ada kata-kata hampir atau mendekati 100%. Kamitidak mengklaim 100%," ujar dia.
Tito menjelaskan sejumlah alasan sebagian pengungsi masih bertahan di tenda pengungsian, salah satunya karena sulitnya mengakses lokasi. Selain itu, sejumlah pengungsi memilih tetap bertahan karena tidak ingin pindah ke huntara.
"Masih ada 26 orang karena tingkat kesulitan pembukaan jalan dari pedalaman. Selain itu, ada 17 orang yang tidak ingin tinggal di huntara dan akhirnya dibangunkan langsung huntap (hunian tetap). Ini solusinya," ucap dia.
Menurut Tito Karnavian, di wilayah Aceh Tamiang masih terdapat 26 kepala keluarga (KK) atau 96 jiwa yang berada di tenda pengungsian. Penyebabnya adalah medan yang sulit dijangkau, sehingga solusinya dibangun hunian tetap.
"Tim dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sudah punya solusinya. Ini mudah-mudahan bisa menjelaskan dan menyelesaikan persoalan tersebut. Artinya, solusinya sudah tersedia," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra tersebut.
Baca Juga
Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Nurani Astra Salurkan 20 Ambulans dan 156 Alat Kesehatan
Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto mengungkapkan, pihaknya telah memulai pembangunan hunian tetap sebelum masa transisi darurat menuju pemulihan yang ditargetkan berakhir pada 30 Maret 2026. Padahal, seharusnya pembangunan huntap dimulai pada fase rehabilitasi, yakni April 2026.
Hal itu, kata dia, dilakukan karena kebutuhan mendesak masyarakat, terutama yang berada di wilayah pedalaman, sehingga pembangunan sudah dimulai sejak masa transisi.
"Masyarakat sudah sangat ingin segera dibangunkan hunian tetap. Karena itu, meskipun masih tahap transisi dan belum masuk rehabilitasi dan rekonstruksi, kita sudah mulai membangunkan hunian tetap," tegas dia.

