Naik 10,98%, Segini Jumlah Pemudik Angkutan Umum hingga H-4 Idulfitri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah penumpang angkutan umum pada periode mudik Lebaran 2026 meningkat. Secara akumulatif sejak 13 Maret 2026 (H-8) hingga 17 Maret 2026 atau H-4 Idulfitri, total penumpang mencapai 6,25 juta orang atau naik 10,98% dari periode sama tahun lalu sebanyak 5,63 juta orang.
Penumpang moda perkeretaapian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 15,67% dengan total 1,86 juta penumpang, dibandingkan 1,61 juta orang pada tahun sebelumnya. Angkutan udara juga meningkat 8,14% menjadi 1,42 juta penumpang dari 1,31 juta pada 2025.
Baca Juga
Kementerian PU Siagakan 47 Ribu Km Jalan Nasional dan 10 Tol Fungsional untuk Mudik 2026
Sementara itu, angkutan laut naik 10,50% menjadi 527.535 penumpang dibandingkan 477.418 orang tahun lalu. Angkutan penyeberangan meningkat 11,27% menjadi 1,51 juta penumpang dari 1,35 juta, dan angkutan darat naik 6,41% menjadi 924.545 orang, dibandingkan 868.839 pada periode sebelumnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Ernita Titis Dewi mengatakan bahwa peningkatan pergerakan penumpang dari H-8 hingga H-4 menunjukkan masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal.
“Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) maupun cuti bersama,” ujar Titis dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga
Dari sisi layanan, operasional angkutan umum secara umum tetap terjaga. Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) pada 17 Maret 2026 (H-4) tercatat 95,90% untuk kereta api antarkota, 99,20% untuk perkeretaapian perkotaan regional, 81,81% untuk angkutan udara domestik, 70,45% untuk udara internasional, 95,82% untuk angkutan laut, 95,09% untuk penyeberangan, serta 71,92% untuk angkutan jalan.
Kemenhub juga terus memantau faktor cuaca dan geologi yang berpotensi memengaruhi operasional transportasi. Pada H-4, terpantau adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu Halmahera dan Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan, meski secara umum operasional tetap berjalan.
“Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026,” pungkas Titis.

