Istana Pastikan Efisiensi Tak Potong Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih
JAKARTA, investortrust.id - Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan upaya efisiensi anggaran tidak akan memotong anggaran program prioritas, seperti makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dan sekolah rakyat (SR).
Efisiensi anggaran dilakukan pemerintah untuk menjaga defisit APBN tidak melampaui batas 3%. Prasetyo Hadi mengatakan, anggaran yang dipotong terkait dengan belanja yang tidak produktif.
Baca Juga
Setelah Libur Lebaran, MBG Akan Kembali Operasional 31 Maret
"Kita kan justru lebih memilih untuk mengurangi yang tadi. Belanja-belanja yang menurut kita kurang produktif lah, atau kurang berdampak," kata Prasetyo Hadi di gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah terus menyisir anggaran yang yang tidak produktif atau berdampak. Anggaran itu kemudian direalokasi untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Itulah yang kemudian kita realokasi supaya program-program yang produktif, program-program yang berdampak, program-program yang bisa membantu meringankan beban masyarakat, justru itu yang harus diutamakan," katanya.
Pras menjelaskan, efisiensi anggaran bukan hanya karena adanya peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah. Tanpa adanya konflik Timur Tengah, pemerintah sejak tahun lalu terus menyisir kegiatan atau mata anggaran yang tidak produktif. Salah satunya, perjalanan dinas.
"Itu terus kami perketat. Bahkan saya selaku Mensesneg yang bagian ujung mengeluarkan izin, itu memperketat untuk perjalanan dinas luar negeri. Itu contoh-contohnya itu," katanya.
Baca Juga
Selain perjalanan dinas, pemerintah juga menyisir anggaran belanja yang dapat ditunda. Dikatakan, pemerintah terus meningkatkan koordinasi untuk menyisir anggaran yang dapat dihemat.
"Jadi sebelum kejadian itu (perang Timur Tengah), kebetulan ya ini tadi juga tidak menduga akan ada perang atau ada eskalasi, tidak. Kami itu sering berkoordinasi dan berkumpul untuk terus melakukan proses tadi itu. Jadi kita sisir ulang, mana yang sekiranya tidak produktif atau kurang produktif, mana yang bisa ditunda. Misalnya pembangunan gedung yang kalau itu sifatnya belum ada tidak mengganggu kinerja kementerian, itu kita tunda dulu. Itu ada itu masuk di tempat kami, di tempat saya begitu. Dan tentunya Kementerian Keuangan, kita kan selalu rutin untuk berkoordinasi," paparnya.

