Jelang Mudik, Puan Minta Pemerintah Mitigasi Biaya Transportasi dan Logistik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust id -- Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah melakukan mitigasi dan langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan biaya transportasi serta harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Hal tersebut menyusul adanya kekhawatiran terkait kondisi global akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada ekonomi dalam negeri.
Puan menjelaskan, pengaturan standar biaya mudik sepenuhnya merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pemerintah. Namun, ia mewanti-wanti agar kebijakan yang diambil tidak sampai memberatkan kantong masyarakat.
"Tentu saja kami akan meminta pemerintah untuk bisa melakukan semua mitigasi, antisipasi hal-hal yang terbaik untuk dilakukan. Jangan sampai menjelang Lebaran ada hal-hal yang tidak diantisipasi sehingga membebani rakyat," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga
Mau Mudik? Cek Jadwal Diskon Tarif Tol 30% Astra Infra di Periode Lebaran 2026
Puan kemudian menyoroti beberapa sektor krusial yang perlu dipantau ketat dalam dua minggu menjelang Lebaran, yakni biaya transportasi dan harga pangan (sembako). Ia memastikan DPR akan menjalankan fungsi pengawasan agar pemerintah tetap pada jalur yang berpihak pada rakyat kecil.
"Tugas DPR adalah mengawasi. Kami meminta agar segala kebijakan jangan sampai membebani masyarakat, baik itu masalah transportasi, pangan, dan lain sebagainya," ucapnya.
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meski harga minyak dunia melonjak hingga menembus level US$ 120 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pemerintah juga menegaskan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan.
"Memang kalau kita melihat posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui US$ 100 per barel. Inilah kondisi yang terjadi di global akibat perang Iran versus Israel dan Amerika Serikat (AS). Problem-nya kita sekarang bukan di stok, stok tak ada masalah, sudah ada semuanya," ucap Bahlil di Jakarta, Senin (9/10/2026).

