Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Sempat Viral Kini Tagih MBG
JAKARTA, investortrust.id - Layar besar di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, menampilkan wajah-wajah yang pernah viral di media sosial, termasuk anak-anak sekolah dari Nias Selatan yang dahulu harus menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah. Kini mereka berdiri di hadapan Prabowo, bukan lagi sebagai kisah kesulitan, tetapi sebagai simbol harapan.
Di antara mereka ada Yamisa Zebua, siswa kelas 12 berusia 17 tahun. Yamisa merupakan salah satu anak yang sebelumnya menyampaikan keluhan langsung kepada Prabowo melalui video yang kemudian tersebar luas. Kini, setelah jembatan yang mereka impikan berdiri, Yamisa menyampaikan terima kasih.
“Terima kasih atas bantuan Bapak Presiden, sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau berangkat ke sekolah,” kata Yamisa.
Baca Juga
Dunia Hadapi Krisis, Prabowo: Minimal Kita Aman dalam Pangan
Saat video viralnya diputar, Prabowo pun mengenali wajahnya. “Yamisa, itu kamu. Kamu itu ya? Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden,” ucap Prabowo sambil tersenyum.
“Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar,” kata Prabowo menambahkan.
Sebelumnya, para siswa di wilayah tempat tinggal Yamisa harus menyeberangi sungai dengan kondisi yang cukup berisiko untuk menuju sekolah. Mereka bahkan harus melepas sepatu agar tidak basah saat menyeberangi sungai.
Prabowo kemudian menanyakan tentang pendidikan Yamisa. Saat ditanya tentang rencana masa depannya, Yamisa mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan bercita-cita menjadi dokter. Namun kondisi ekonomi keluarga menjadi kendala baginya.
“Orang tua saya tidak mampu,” kata Yemisa.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyatakan akan membuka peluang bagi Yamisa untuk mengikuti tes sebagai bagian dari upaya membantu pendidikan.
“Kedokteran? Ya sudah nanti kamu dites,” ujar Presiden.
Tidak hanya menyampaikan keinginannya sendiri, Yamisa juga memperjuangkan teman-temannya yang ingin melanjutkan pendidikan. Ia menyebut ada tiga temannya yang memiliki harapan yang sama.
Prabowo kemudian meminta jajaran TNI setempat untuk mencatat nama-nama para siswa tersebut.
“Danrem coba dicatat namanya, karena dia punya keberanian dan leadership langsung lapor ke saya,” kata Prabowo.
Dalam dialog tersebut, Yamisa juga menyampaikan program makan bergizi gratis (MBG) belum menjangkau sekolahnya. Padahal, banyak rekannya yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Izin Pak, tentang MBG. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami,” ujar Yamisa dengan jujur.
Prabowo tampak terkejut mendengar pengakuan Yamisa.
“Belum sampai?” tanyanya.
“Iya, Pak. Orang tua kami tidak mampu,” jawab Yamisa.
Pernyataan sederhana itu menggambarkan realitas yang masih dihadapi banyak anak di daerah terpencil. Akses pendidikan mulai membaik, tetapi kebutuhan dasar seperti gizi masih menjadi tantangan. Prabowo pun merespons langsung. Ia menegaskan pemerintah akan memperjuangkan agar program tersebut segera menjangkau sekolah Yamisa dan teman-temannya.
“Saya perjuangkan supaya segera MBG sampai ke sana,” kata Presiden.
Prabowo sempat menyinggung adanya anggapan yang menyebut program MBG tidak diperlukan, Yemisa langsung menanggapi.
“Siapa bilang? Bohong itu Pak,” kata Yemisa.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Perangi Korupsi, Indonesia Harus Swasembada Pangan dan Energi
Selain itu, Yemisa juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu memperbaiki jalan menuju sekolah serta mendukung pembangunan fasilitas di SMK Boronadu, termasuk lapangan sekolah.
Prabowo berpesan kepada Yemisa dan teman-temannya agar terus belajar dengan sungguh-sungguh.
“Belajar yang benar ya,” pesan Prabowo.

